Tewas Ditembak KKB, Pilot Nicholas Goselin Tiga Tahun Gabung PT AMA

Nicholas Goselin yang telah bergabung dengan AMA selama tiga tahun merupakan satu dari 16 pilot yang dimiliki PT AMA.

oleh Muhamad Agil AliansyahDiterbitkan 04 Juli 2026, 13:20 WIB
Pengiriman jenazah pilot Nicholas Goselin. (Antara).

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama PT Associated Mission Aviation (AMA) Bob Kayadu mengatakan pengiriman jenazah pilot Nicholas F Goselin yang menjadi korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Balinggama, Yahukimo, difasilitasi Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta.

"Kami sudah menerbangkan jenazah pilot Nicholas ke Jakarta menggunakan maskapai GIA dan selanjutnya diurus Kedubes AS," kata Bob Kayadu di Sentani, Papua, Sabtu (4/7/2026).

Bob mengatakan Nicholas Goselin yang telah bergabung dengan AMA selama tiga tahun merupakan satu dari 16 pilot yang dimiliki PT AMA.

Saat ini, AMA memiliki delapan unit pesawat jenis Pilatus Porter dan Caravan, namun satu unit di antaranya sudah tidak bisa dioperasionalkan setelah dibakar KKB sesaat usai mendarat di Lapangan Terbang Perintis Balinggama, Kabupaten Yahukimo, Kamis (2/7).

"Saat ini pesawat AMA tercatat tujuh unit dengan 15 orang pilot, termasuk di dalamnya beberapa orang berkebangsaan asing," kata Bob.

Serangan Perdana Dialami PT AMA

Menurutnya, insiden penyerangan yang dilakukan KKB terhadap pesawat AMA merupakan pertama kali setelah mengabdi selama 67 tahun di Tanah Papua.

Selama ini, tambah Bob, armada pesawat AMA melayani masyarakat di pedalaman Tanah Papua dan tidak pernah mengangkut personel TNI, Polri atau KKB.

"AMA hanya memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan menerbangkan mereka ke berbagai wilayah yang hanya dapat didarati pesawat berbadan kecil," kata Bob.

Pilot Nicholas F. Goselin yang membawa pesawat AMA jenis Pilatus Porter mengalami insiden saat mendarat di Lapangan Terbang Perintis Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Kamis (2/7).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya