Liputan6.com, Tegal: Memasuki musim kemarau, warga di empat kecamatan di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Empat kecamatan itu adalah Pangkah, Suradadi, Tarub, dan Gedung Banteng.
Sejak sepekan terakhir, sumur warga sudah kering. Akibatnya, warga yang kurang mampu terpaksa menyaring sisa air sumur yang keruh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara bagi warga yang mampu, mereka membeli air per jeriken yang berisi 25 liter dengan harga Rp 1.500.
Warto, warga Desa Blendung, Kecamatan Suradadi menuturkan, desanya kerap dilanda kekeringan. Kondisi ini semakin menambah penderitaan warga, karena mereka juga tidak dapat menggarap lahannya. Berdasarkan pemantauan SCTV, Pemerintah Kabupaten Tegal belum mendistribusikan air bersih secara cuma-cuma. Alasannya, Pemkab Tegal tak mempunyai dana. Selain itu, krisis air dinilai belum parah. Meski demikian, jika warga masih mengalami kekeringan, Pemkab Tegal akan mendistribusikan air bersih secara gratis pada akhir Juli ini.
Krisis air juga dialami warga Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alhasil, warga terpaksa antre untuk mengambil air bersih di gua atau sungai di wilayah selatan Kabupaten Gunungkidul [baca: Sebagian Gunungkidul Mulai Krisis Air]. Meski jarak tempuhnya cukup jauh, mereka mampu menjalaninya, dibandingkan harus membeli air bersih seharga Rp 50 ribu per tangki.(DNP/Sugihartono dan Budi Harto)
Sejak sepekan terakhir, sumur warga sudah kering. Akibatnya, warga yang kurang mampu terpaksa menyaring sisa air sumur yang keruh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara bagi warga yang mampu, mereka membeli air per jeriken yang berisi 25 liter dengan harga Rp 1.500.
Warto, warga Desa Blendung, Kecamatan Suradadi menuturkan, desanya kerap dilanda kekeringan. Kondisi ini semakin menambah penderitaan warga, karena mereka juga tidak dapat menggarap lahannya. Berdasarkan pemantauan SCTV, Pemerintah Kabupaten Tegal belum mendistribusikan air bersih secara cuma-cuma. Alasannya, Pemkab Tegal tak mempunyai dana. Selain itu, krisis air dinilai belum parah. Meski demikian, jika warga masih mengalami kekeringan, Pemkab Tegal akan mendistribusikan air bersih secara gratis pada akhir Juli ini.
Krisis air juga dialami warga Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alhasil, warga terpaksa antre untuk mengambil air bersih di gua atau sungai di wilayah selatan Kabupaten Gunungkidul [baca: Sebagian Gunungkidul Mulai Krisis Air]. Meski jarak tempuhnya cukup jauh, mereka mampu menjalaninya, dibandingkan harus membeli air bersih seharga Rp 50 ribu per tangki.(DNP/Sugihartono dan Budi Harto)