Liputan6.com, Jakarta - PT TASPEN (Persero) mengingatkan seluruh peserta, khususnya para pensiunan, untuk lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan perusahaan. Seiring berkembangnya teknologi digital, pelaku kejahatan siber kini memanfaatkan beragam cara, mulai dari akun media sosial palsu, pesan WhatsApp, tautan phishing, hingga penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk membuat konten, gambar, suara, maupun video yang menyerupai identitas resmi TASPEN.
Salah satu modus yang belakangan ditemukan adalah penawaran program penyaluran dana bantuan bagi pensiunan melalui saluran komunikasi tidak resmi yang berpotensi menyesatkan masyarakat.
Advertisement
TASPEN Minta Peserta Selalu Verifikasi Informasi
Corporate Secretary TASPEN, Henra, menegaskan bahwa perlindungan terhadap peserta menjadi salah satu fokus utama perusahaan di tengah meningkatnya ancaman kejahatan digital yang memanfaatkan nama TASPEN.
"TASPEN senantiasa berkomitmen melindungi peserta dari berbagai potensi kejahatan digital yang memanfaatkan nama perusahaan. Kami mengimbau peserta dan masyarakat untuk selalu memverifikasi setiap informasi yang diterima serta tidak mudah memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak dapat dipastikan keabsahannya."
Berdasarkan Indeks Literasi Digital Nasional yang dirilis Kementerian Komunikasi dan Digital, tingkat literasi digital masyarakat Indonesia berada pada skor 3,54 dari skala 5. Meski terus menunjukkan peningkatan, aspek keamanan digital masih perlu diperkuat di tengah berkembangnya berbagai modus kejahatan siber.
Selain itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kelompok lanjut usia masih menghadapi tantangan dalam memahami keamanan digital dan memverifikasi informasi yang diterima. Kondisi ini menjadi perhatian khusus mengingat sebagian besar peserta TASPEN merupakan kelompok pensiunan, sehingga peningkatan literasi digital menjadi salah satu langkah penting untuk melindungi peserta dari berbagai bentuk penipuan yang memanfaatkan teknologi dan media digital.
Terapkan Prinsip "Tahan, Pastikan, Laporkan"
Sebagai bentuk perlindungan kepada peserta, TASPEN mengimbau masyarakat untuk menerapkan prinsip "Tahan, Pastikan, Laporkan" dalam menyikapi setiap informasi yang diterima. Masyarakat diharapkan menahan diri untuk tidak langsung mempercayai informasi yang beredar, memastikan kebenaran informasi melalui kanal resmi TASPEN, serta melaporkan akun atau pihak yang terindikasi melakukan penipuan.
TASPEN menegaskan bahwa perusahaan tidak pernah meminta peserta untuk membayar biaya administrasi tertentu, mengirimkan kode OTP, PIN, kata sandi, maupun data rahasia lainnya untuk memperoleh layanan atau manfaat program.
TASPEN juga mengajak masyarakat untuk memperoleh informasi hanya melalui kanal resmi, termasuk situs resmi TASPEN, akun media sosial resmi TASPEN, aplikasi Andal by Taspen, kantor cabang TASPEN, serta Call Center TASPEN 1500 919. Langkah preventif ini sejalan dengan komitmen TASPEN sebagai Center of Excellence di bidang jaminan sosial yang mengedepankan aspek keamanan, transparansi, dan kenyamanan bagi peserta.
Hal ini juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kesejahteraan serta perlindungan bagi ASN dan Pejabat Negara. TASPEN berkomitmen untuk memastikan setiap hak peserta terpenuhi secara tepat waktu, aman, dan akuntabel melalui layanan yang andal serta perlindungan yang berkelanjutan bagi seluruh peserta.