Jelang Pemakaman Khamenei, Iran Ancam AS: Jangan Coba Serang Kami

Prosesi pemakaman Ali Khamenei akan dilakukan selama sepekan. Dimulai dari kota Teheran hingga Mashhad.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 03 Juli 2026, 16:02 WIB
Peti jenazah mendiang mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei dibawa memasuki Masjid Agung Mosalla menjelang rangkaian upacara pemakamannya di Teheran, Iran, Jumat (3/7/2026). (Dok. AP Photo/Vahid Salemi)

Liputan6.com, Teheran - Iran memperingatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel agar tidak melancarkan serangan baru selama rangkaian pemakaman kenegaraan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei yang dimulai pada Sabtu (3/7/2026). Teheran menegaskan angkatan bersenjatanya siap memberikan respons keras terhadap setiap bentuk agresi.

Peringatan tersebut disampaikan Komandan Markas Besar Khatam al-Anbiya, Ali Abdollahi, pada Kamis (2/7), di tengah persiapan pemakaman Khamenei yang diperkirakan akan dihadiri hingga 20 juta pelayat.

"Kami memperingatkan musuh-musuh Iran, terutama Amerika Serikat dan rezim zionis, agar tidak melakukan kesalahan perhitungan. Angkatan bersenjata kami akan memberikan pembalasan keras terhadap setiap ancaman atau agresi terhadap negara kami," kata Abdollahi dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah Iran, dikutip dari Times of Israel, Jumat (3/7).

Khamenei gugur pada 28 Februari lalu dalam serangan udara Israel terhadap kompleks kediamannya di Teheran pada hari pertama perang Iran melawan Israel dan AS. Pemimpin berusia 86 tahun itu akan dimakamkan setelah rangkaian prosesi selama beberapa hari yang dimulai di Teheran dan berakhir di Kota Mashhad pada 9 Juli.

Selain Teheran, prosesi pemakaman juga akan berlangsung di Kota Qom serta sejumlah kota suci di Irak sebelum jenazah dibawa ke kampung halamannya di Mashhad untuk dimakamkan di kompleks Makam Imam Reza.

Ketua Parlemen Iran sekaligus kepala negosiator Teheran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengajak masyarakat menghadiri pemakaman secara besar-besaran sebagai bentuk penghormatan kepada Khamenei.

"Saya mengundang seluruh rakyat Iran untuk menulis halaman kejayaan dalam sejarah Iran Islam melalui kehadiran Anda. Seruan bangsa untuk membalas dendam harus terdengar di seluruh dunia," ujarnya.

Pemerintah Iran memperkirakan antara 15 hingga 20 juta orang akan menghadiri prosesi tersebut, menjadikannya pemakaman kenegaraan terbesar dalam sejarah Republik Islam Iran. Sebelumnya, hanya pendiri Republik Islam Iran Ayatullah Ruhollah Khomeini yang dimakamkan dalam upacara kenegaraan berskala serupa pada 1989.

Menjelang pemakaman, pemerintah menetapkan hari libur nasional di Teheran, Qom, dan Mashhad. Seluruh kantor pemerintahan maupun swasta di Teheran diperintahkan tutup mulai Sabtu hingga Senin, sementara pembatasan lalu lintas diberlakukan di sebagian besar pusat kota.

Pihak berwenang juga memperketat pengamanan, termasuk membatasi ruang udara sementara di Teheran dan Mashhad selama prosesi berlangsung.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya