Liputan6.com, Jakarta - Harga pangan di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, turun sejak pekan lalu. Harga cabai rawit kini dibanderol Rp 70 ribu per kilogram (kg) dari sebelumnya Rp 100 ribu per kg. Selain itu, harga telur turun menjadi Rp 24 ribu-Rp 25 ribu per kg di Pasar Kebayoran Lama.
Komoditas utama yakni cabai dan bawang merah mengalami penurunan harga. Pedagang sayur menilai, harga pangan ditentukan oleh hasil panen.
Advertisement
"Kalau lagi panen turun. Kalau lagi enggak panen naik,” kata pedagang sayur di Pasar Kebayoran Lama, Rusmini (65), Jumat, (3/7/2026).
Ia menambahkan, harga pangan tidak berhubungan dengan kebijakan pemerintah. Dia menilai, harga hanya bergantung pada hasil panen. “Enggak berhubungan. Ini hubungannya dengan orang tani,” ujar dia.
Namun, pedagang daging sapi menilai, gejolak harga pangan dipengaruhi oleh program pemerintah. “Ya semenjak MBG itu jalan. Katanya sapinya susah. Pasokannya cuma sedikit," ujar pedagang daging sapi di Pasar Kebayoran Lama, Haris (54).
Hasil Panen Menentukan Harga Sayuran
Di antara jenis sayuran, hampir semua mengalami penurunan harga. Harga cabai rawit turun signifikan. Dari Rp 100 ribu per kilogram (kg) menjadi Rp 70 ribu per kg.
Harga pangan lain yang turun yakni bawang merah. Harga yang semula dibanderol Rp 70 ribu per kg, turun sekitar Rp 20 ribu menjadi Rp 50 ribu per kg. Penurunan ini juga berlaku pada sebagian besar sayuran.
Satu-satunya sayuran yang mengalami kenaikan harga adalah mentimun. Beberapa hari lalu, harga mentimum di kisaran Rp 8 ribu per kg. Akan tetapi, kini, harga mentimun naik menjadi Rp 15 ribu per kg.
Harga sayuran bergejolak dalam sepekan. “Kalau sayur itu paling dua hari turun, dua hari naik,” kata Rusmini.
Harga Ayam dan Telur Mulai Turun
Selain sayuran, harga telur juga ikut turun. Harga telur dibanderol Rp 24 ribu-25 ribu per kilogram (kg), turun dari semua Rp 27 ribu -28 ribu per kg.
Penurunan harga ini telah berlaku semenjak pekan lalu. "Sudah seminggu, semenjak libur," ujar pedagang telur di Pasar Kebayoran Lama, Khoirul Hidayat (23).
Harga pangan lainnya yang ikut turun adalah ayam. Sebelumnya, satu kilogram ayam dibanderol dengan harga Rp 50 ribu per kg. Kini harga turun Rp 5 ribu, jadi Rp 45 ribu per kg.
Harga turun ini berlaku secara struktural, di mana pemasok memberikan harga, kemudian diberi harga jual lagi oleh pedagang. “Memang ngikutin saja dari bosnya,” kata pedagang ayam potong di Pasar Kebayoran Lama, Zulaeha (50).
Keluh Kesah Pedagang dan Konsumen
Harga pangan yang kerap melonjak dan merosot membuat pedagang maupun konsumen harus tetap bijak dalam jual beli. Jika harga melambung tinggi, konsumen cenderung sepi.
Contohnya, harga daging sapi kerap naik, hingga mencapai Rp 150 ribu per kilogram (kg). Ini membuat pedagang miris. “Kalau begini, pembeli juga kasihan, jadi sepi karena enggak terjangkau harganya,” ujar Haris.
Selain pedagang, yang merasakan dampak kenaikan harga pangan adalah konsumen. Harapan terbesar mereka adalah turunnya harga pangan. “Kalau aku ya mau yang murah. Kalau belanjaan mahal kan lebihnya gak ada,” tutur konsumen di Pasar Kebayoran Lama, Ngartiningsih (55).