Kolaborasi dengan Industri Dinilai Kunci Tingkatkan Daya Saing

Kolaborasi industri, capaian akreditasi unggul, dan inovasi mahasiswa menjadi fokus dalam penguatan kualitas pendidikan tinggi.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 02 Juli 2026, 21:05 WIB
Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Menekraf RI) Teuku Riefky Harsya menghadiri wisuda. (Ist)

Liputan6.com, Jakarta - Komitmen dalam mencetak sumber daya manusia unggul ditegaskan Institut STIAMI melalui penyelenggaraan Wisuda ke-49 yang mengusung tema 'Lulusan Institut STIAMI: Akselerator SDM Unggul, Berintegritas, dan Berkelanjutan untuk Indonesia Emas 2045'.

Tak sekadar seremoni kelulusan, momentum ini menjadi panggung strategis penguatan kolaborasi industri, inovasi mahasiswa, serta pengakuan kualitas akademik institusi.

Kehadiran Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Menekraf RI) Teuku Riefky Harsya dalam acara ini memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai aktor penting dalam pengembangan ekonomi berbasis kreativitas dan inovasi.

"Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan talenta unggul yang adaptif dan inovatif. Apa yang dilakukan Institut STIAMI hari ini, termasuk mendorong lahirnya produk UMKM mahasiswa, merupakan langkah konkret dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif Indonesia," ujar Riefky, Kamis (2/7/2026).

Kemudian, Kepala LLDIKTI Wilayah III Henri Togar Hasiholan Tambunan turut memberikan apresiasi atas capaian Institut STIAMI dalam menjaga kualitas pendidikan dan relevansi lulusan dengan kebutuhan industri.

"Kami mengapresiasi komitmen Institut STIAMI dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi, yang tercermin dari capaian akreditasi unggul serta penguatan kolaborasi dengan berbagai mitra strategis. Hal ini menjadi langkah penting dalam menyiapkan lulusan yang adaptif dan berdaya saing," ucap Henri.

 

Lulusan Tak Hanya Siap Kerja

Sejalan dengan hal tersebut, Rektor Institut STIAMI Sylviana Murni menekankan, lulusan saat ini dituntut tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang.

"Kami tidak hanya meluluskan sarjana, tetapi mencetak problem solver dan inovator. Lulusan Institut STIAMI harus menjadi akselerator perubahan yang berkontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045," ucap dia.

Menguatkan narasi kewirausahaan, Institut STIAMI turut memperkenalkan banyak produk UMKM unggulan karya mahasiswa, produk-produk ini menjadi representasi keberhasilan integrasi pembelajaran akademik dengan praktik bisnis nyata.

Dalam upaya memperluas jejaring dan peluang lulusan, Institut STIAMI juga melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan London School of Public Relations (LSPR), dan PT MarkPlus Inspirasi Indonesia, Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia (ASPERINDO), Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA). Kolaborasi ini diharapkan membuka akses yang lebih luas terhadap dunia industri, riset, serta pengembangan kompetensi mahasiswa.

Prestasi institusi turut diperkuat dengan diraihnya akreditasi unggul oleh tiga program studi, yaitu D3 Perpajakan, D3 Administrasi Bisnis, dan S1 Administrasi Bisnis. Capaian ini menjadi bukti konsistensi Institut STIAMI dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi.

Selain penguatan akreditasi program studi, Institut STIAMI saat ini juga tengah menjalani proses transformasi kelembagaan menuju status Universitas.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya perluasan program studi dan penguatan kapasitas kelembagaan guna menjawab kebutuhan pendidikan tinggi yang semakin dinamis.

Di bidang riset, semangat inovasi turut ditunjukkan oleh para dosen Institut STIAMI. Sebanyak 22 tim kelompok dosen berhasil meraih hibah penelitian dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (DIKTI) pada tahun 2026, mencerminkan kontribusi aktif akademisi STIAMI dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya