Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak dunia turun pada Kamis, 2 Juli 2026. Koreksi harga minyak seiring tanda-tanda kemajuan negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran meredakan kekhawatiran atas potensi gangguan pasokan di Timur Tengah. Meskipun permintaan bahan bakar AS yang lebih kuat dari perkiraan membantu membatasi kerugian lebih lanjut.
Mengutip Anadolu Agency, Jumat, (3/7/2026), harga minyak Brent diperdagangkan pada US$ 70,79 per barel pada pukul 05.53 GMT. Harga minyak Brent turun sekitar 1,1% dari penutupan sebelumnya US$ 71,57.
Advertisement
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) melemah 1,1% menjadi US$ 67,82 per barel, dibandingkan US$ 68,58 pada sesi sebelumnya.
Sentimen pasar melemah setelah Qatar mengumumkan pembicaraan tidak langsung antara delegasi AS dan Iran di Doha telah berakhir dengan "kemajuan positif" pada isu-isu terkait nota kesepahaman baru-baru ini.
"Para mediator Qatar dan Pakistan menyelesaikan pertemuan terpisah dengan para negosiator AS dan Iran di Doha hari ini, dengan kemajuan positif yang dicapai pada isu-isu terkait Nota Kesepahaman Islamabad, berdasarkan hasil KTT Danau Lucerne," tulis juru bicara Kementerian Luar Negeri Majed Al Ansari pada platform X.
"Para pihak sepakat untuk melanjutkan diskusi selama periode mendatang, dengan pertemuan berikutnya dijadwalkan sesegera mungkin setelah prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei," ia menambahkan.
Khamenei tewas dalam serangan AS-Israel pada 28 Februari. Pemakamannya dijadwalkan pada Jumat pekan ini. Meskipun prospek diplomatik membaik, perkembangan seputar Selat Hormuz tetap menjadi fokus.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengkritik pertemuan keamanan regional yang diselenggarakan oleh Komando Pusat AS (CENTCOM) di Bahrain. Ia menuturkan, pertemuan semacam itu tidak dapat membangun kerangka keamanan yang sah untuk Teluk.
Dalam sebuah unggahan di X, Gharibabadi mengatakan, keamanan regional hanya dapat dicapai melalui penghentian intervensi asing, penarikan pasukan AS dari kawasan tersebut, penghormatan terhadap kedaulatan nasional, dan pengakuan realitas geopolitik baru, “bukan di bawah payung militer Amerika.”
Ia juga mengatakan, status masa depan Selat Hormuz akan ditentukan oleh Teheran, bukan CENTCOM.
Data Persediaan AS
CENTCOM menjadi tuan rumah bagi para pejabat pertahanan senior dari 12 negara di Bahrain pada Rabu untuk membahas keamanan regional, kerja sama pertahanan, dan perlindungan pelayaran komersial melalui Selat Hormuz.
Membatasi penurunan harga, data persediaan AS terbaru menunjukkan permintaan bahan bakar yang tangguh. Administrasi Informasi Energi AS (EIA) mengatakan persediaan minyak mentah komersial turun sekitar 3,8 juta barel menjadi 408,4 juta barel pada pekan yang berakhir 26 Juni, melebihi ekspektasi pasar untuk penurunan sekitar 2,9 juta barel.
Cadangan minyak strategis juga menurun sekitar 5,5 juta barel menjadi 325,7 juta barel, sementara persediaan bensin turun sekitar 2,3 juta barel menjadi 214 juta barel.
Para analis mengatakan, kombinasi meredanya ketegangan geopolitik dan sinyal permintaan AS yang lebih kuat dari perkiraan kemungkinan akan membuat harga minyak tetap sensitif terhadap perkembangan diplomatik dan data persediaan dalam sesi mendatang.
Harga Minyak Dunia Turun Usai Trump Bocorkan Perkembangan Negosiasi AS-Iran
Sebelumnya, harga minyak dunia ditutup melemah pada perdagangan Rabu setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan pembicaraan antara AS dan Iran yang berlangsung di Qatar menunjukkan perkembangan positif.
Dikutip dari CNBC, Kamis (2/7/2026), kontrak minyak mentah Brent yang menjadi acuan global turun 1,9% dan ditutup di level US$ 71,57 per barel. Sepanjang Juni 2026, harga Brent telah merosot sekitar 21%, menjadi penurunan bulanan terbesar sejak Maret 2020.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 1,3% ke level US$ 68,58 per barel. Sepanjang bulan lalu, kontrak WTI juga terkoreksi lebih dari 20%, mencatatkan kinerja bulanan terburuk sejak akhir 2021.
Trump mengaku optimistis proses diplomasi dengan Iran terus menunjukkan kemajuan, khususnya terkait isu program nuklir Teheran.
"Sejauh ini semuanya berjalan baik. Proses denuklirisasi Iran bergerak ke arah yang positif," kata Trump kepada wartawan.
"Mereka telah mengadakan pertemuan yang sangat baik, dan kita lihat saja nanti hasilnya," lanjutnya.