Michelin Guide Perdana Mendarat di Selandia Baru Setelah Berinvestasi Rp 64,6 Miliar

Selandia Baru berinvestasi hampir 8 juta dolar untuk mendatangkan Michelin Guide sekaligus mempromosikan hal itu ke luar negeri demi menarik wisatawan asing.

oleh Dinny MutiahDiterbitkan 03 Juli 2026, 05:00 WIB
Pengumuman penghargaan bintang Michelin sekaligus peluncuran Michelin Guide Selandia Baru pada 1 Juli 2026. (dok. Michelin)

Liputan6.com, Jakarta - Selandia Baru resmi bergabung dalam peta global Michelin Guide, menandai pertama kalinya Michelin Guide merambah kawasan Oseania setelah diluncurkan di Aotearoa Selandia Baru, tepatnya untuk Auckland, Wellington, Christchurch, dan Queenstown. Panduan itu merekomendasikan 110 tempat makan, terdiri dari satu satu restoran bintang dua Michelin, 14 restoran bintang satu Michelin, 35 Bib Gourmand, dan 60 Michelin Selected.

Untuk itu, Tourism New Zealand (TNZ), badan pariwisata setempat, menambahkan 1,7 juta dolar Selandia Baru (sekitar Rp 17,4 miliar) untuk anggaran panduan restoran Michelinnya. Anggaran itu akan digunakan untuk membiayai kampanye global 'undangan makan malam', di luar investasi 6,3 juta dolar Selandia Baru (sekitar Rp 64,6 miliar) hanya untuk membawa Michelin Guide ke empat wilayah selama tiga tahun ke depan. 

Rene de Monchy, kepala eksekutif TNZ, mengatakan kampanye tersebut akan memanfaatkan minat yang didorong oleh Michelin terhadap dunia kuliner dan minuman di negara tersebut. Mengutip laman Newstalk ZB, kampanye ini berpusat pada 12 video yang akan diluncurkan di media sosial mulai Rabu, 1 Juli 2026.

Video-video tersebut menampilkan usaha perhotelan dari seluruh negeri, termasuk restoran Orbit 360° Dining di Auckland, pabrik bir Garage Project di Wellington, dan karavan lobster pinggir jalan Nin’s Bin di Kaikōura. Kunjungan yang disponsori terkait untuk 40 media, influencer, dan duta perdagangan perjalanan dari 14 wilayah saat ini sedang berlangsung.

Organisasi media arus utama yang dikonfirmasi ikut serta termasuk Tatler Asia, Bangkok Post, Gourmet Traveller dari Australia, dan Travel Weekly dari Amerika Utara. De Monchy memperkirakan program kunjungan familiarisasi ini akan menghasilkan 'nilai media' sebesar 35 juta dolar Selandia Baru.

Yakini Bantu Tarik Wisatawan Lewat Kuliner

Salah satu menu andalan restoran bintang dua Michelin Essence. (dok. Essence)

Sebagian lagi dari tambahan 1,7 juta dolar Selandia Baru telah dialokasikan untuk mendukung upacara restoran Panduan Michelin pertama, yang diadakan di Pusat Konvensi Internasional Selandia Baru di Auckland. De Monchy mengatakan total investasi dalam Panduan Michelin dan aktivitas kampanye terkait selama tiga tahun ke depan mencapai sekitar delapan juta dolar Selandia Baru.

Anggaran itu terdiri dari 2,3 juta dolar Selandia Baru dari pendanaan dasar TNZ (sekitar 106 juta dolar Selandia Baru per tahun) dan 5,7 juta dolar Selandia Baru dari Pajak Pengunjung Internasional.

De Monchy mengatakan makanan merupakan pendorong utama pariwisata internasional. Data TNZ menunjukkan 84 persen orang yang mempertimbangkan liburan di Selandia Baru menyatakan bahwa mencoba masakan lokal penting bagi mereka.

"Panduan Michelin adalah cara yang bagus bagi kami untuk memiliki kredibilitas nyata di bidang itu, tetapi kami juga ingin melangkah lebih jauh... ini sebenarnya benar-benar merayakan penawaran makanan dan minuman di seluruh negeri sebagai bagian dari liburan Anda di Selandia Baru," katanya.

"Anda akan mendapatkan cita rasa yang sesungguhnya, termasuk pengalaman bersantap budaya Māori, pengalaman bersantap berbasis alam, semua hal itu."

 

Daftar Restoran Bintang 1 dan 2 Michelin

Sejumlah menu andalan restoran bintang satu Michelin Ahi. (dok. Ahi.)

Sementara itu, setelah melakukan inspeksi anonim selama berbulan-bulan, Michelin Guide memberikan bintang dua Michelin kepada Essence, restoran di Queenstown yang dipimpin oleh Executive Chef Paul Froggatt.

"Bagi Essence ini seperti sebuah mimpi untuk menerima bukan One Michelin Star, tetapi Two MICHELIN Stars. Cerita rasa Selandia Baru menurut pendapat kami adalah salah satu yang paling menarik di dunia, dan kami sangat bangga menjadi bagiannya," kata Paul Froggatt, Executive Chef Essence.

Sebanyak 14 restoran lainnya menerima bintang satu Michelin, terbagi atas lima restoran di Auckland, tiga di Wellington, dua di Christchurch, dan empat di Queenstown. Daftarnya meliputi:

-Auckland: Ahi., Mudbrick, Paris Butter, Tala, The Estate

-Wellington: Jano Bistro, Logan Brown, Ortega

-Christchurch: Inati, Tussock Hill

-Queenstown: Amisfield, Kika, Rata, Sherwood

 

"Sangat jarang memberikan begitu banyak MICHELIN stars pada peluncuran perdana suatu negara. Kinerja Selandia Baru benar-benar mengesankan. Destinasi ini menyajikan lebih dari sekadar pilihan restoran yang luar biasa, mengungkapkan peta kuliner kontemporer yang dibentuk oleh lingkungan yang unik dan budaya makan yang selaras dengan alam," kata Gwendal Poullennec, Direktur Internasional Michelin Guide.

Prinsip Kuliner Selandia Baru

Ilustrasi alam Selandia Baru (AFP Photo)

Rene menyatakan selain diharapkan mendatangkan wisatawan ke negaranya, bintang Michelin juga menjadi wujud penghargaan terhadap masyarakat, tempat dan budaya kuliner Selandia Baru. Ia mengklaim negaranya memiliki sesuatu yang ditawarkan kepada setiap turis asing di mana pun wilayahnya.

"Mulai dari praktik berkelanjutan dalam memanen hasil bumi segar, budaya Maori yang kuat, hingga manaakitanga (bahasa Maori untuk keramahan, kebaikan, dan kemurahan hati) yang mendefinisikan cara menyambut tamu. Kami mengundang seluruh dunia untuk makan malam di Selandia Baru," ajaknya.

Tiakitanga (bahasa Maori untuk penjagaan, konservasi, dan pelestarian) lebih dari sekadar tujuan di Selandia Baru. Itu adalah prinsip yang menjadi panduan. Rasa hormat dan keterikatan yang mendalam terhadap alam membentuk cara Selandia Baru menanam dan memanen hasil bumi.

Pendekatan ini diusung restoran Ahi. di Auckland, Ahi berarti 'Api' dalam bahasa Maori dan menekankan warisan budaya, menu sesuai musim, dan bahan yang dapat dilacak. Chef Ben Bayly dari Ahi. di Auckland menyatakan, "Katanya MICHELIN Guide layak untuk sebuah perjalanan istimewa. Kami di Selandia Baru sudah siap dan menunggu seluruh dunia untuk berkunjung."

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya