Industri Makanan dan Minuman Percepat Pengembangan Produk Sehat

GAPMMI mengatakan, generasi muda semakin peduli terhadap makanan yang dikonsumsi.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 02 Juli 2026, 20:18 WIB
Ketua GAPMMI, Adhi S. Lukman saat konferensi pers Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia, Kamis (2/7/2026). (Foto: Liputan6.com/Immanuel Christian)

Liputan6.com, Jakarta - Pergeseran preferensi konsumen ke arah gaya hidup sehat mulai memengaruhi strategi industri makanan dan minuman di Indonesia. Pelaku industri melihat permintaan terhadap produk yang lebih sehat terus meningkat, terutama dari kalangan generasi muda dan masyarakat kelas menengah.

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi S. Lukman mengatakan, berbagai survei menunjukkan tren konsumsi makanan sehat mulai berkembang meski belum menjadi arus utama.

Menurut dia, perubahan tersebut didorong oleh dominasi generasi muda dalam struktur penduduk Indonesia. Sekitar 60% populasi saat ini berasal dari kelompok milenial, Generasi Z, dan generasi yang lebih muda.

"Generasi muda sekarang semakin peduli terhadap makanan yang mereka konsumsi. Mereka mulai membaca label, melihat kandungan bahan, lalu memutuskan untuk mencoba produk. Kalau sesuai dengan selera mereka, produk itu akan direkomendasikan kepada orang lain,” kata Adhi dalam konferensi pers Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia, Kamis (2/7/2026).

Ia menilai, tren tersebut paling terlihat pada kelompok masyarakat kelas menengah, khususnya menengah atas, yang memiliki daya beli lebih baik dan semakin memperhatikan aspek kesehatan dalam memilih makanan.

Perubahan perilaku konsumen itu, lanjutnya, langsung direspons industri melalui pengembangan berbagai produk baru. Saat ini, semakin banyak produk pangan yang diperkaya vitamin, mineral, kolagen, maupun bahan fungsional lainnya untuk memenuhi kebutuhan pasar.

"Kalau melihat produk-produk yang beredar sekarang, sudah banyak yang mengarah ke sana. Itu merupakan respons industri makanan dan minuman terhadap permintaan konsumen,” ujarnya.

Adhi menambahkan, pameran industri bahan baku pangan menjadi sarana penting bagi produsen untuk menemukan inovasi bahan dan teknologi baru yang dapat mendukung pengembangan produk.

Dalam kesempatan serupa, Regional Portfolio Director for ASEAN di Informa Markets, Rose Chitanuwat, mengatakan meningkatnya permintaan terhadap makanan sehat merupakan fenomena global yang didukung hasil berbagai riset pasar.

 

 

Konsumen Cari Produk yang Aman Dikonsumsi

Ketua GAPMMI, Adhi S. Lukman saat konferensi pers Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia, Kamis (2/7/2026). (Foto: Liputan6.com/Immanuel Christian)

Menurut dia, konsumen kini tidak hanya mencari produk yang sehat, tetapi juga aman dikonsumsi. Karena itu, penerapan standar pangan menjadi fondasi utama dalam pengembangan industri.

"Produk yang lebih sehat berkaitan erat dengan keamanannya. Karena itu, standar menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Selain aspek keamanan, nutrisi juga menjadi pertimbangan penting. Rose mengatakan konsumen kini cenderung memilih makanan yang dapat membantu menjaga kesehatan dan mencegah penyakit dibandingkan mengandalkan pengobatan setelah sakit.

 

Pengaruh Media Sosial

Ilustrasi media sosial (Photo by Kate Torline on Unsplash)

Ia menilai, media sosial turut mempercepat perubahan perilaku tersebut melalui berbagai informasi mengenai manfaat pangan bagi kesehatan, kebugaran, hingga performa olahraga. Popularitas olahraga lari di Indonesia menjadi salah satu contoh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat.

Di sisi lain, Rose menilai isu keberlanjutan juga semakin memengaruhi arah industri pangan. Dia menuturkan, pengembangan produk tidak lagi hanya mempertimbangkan kesehatan konsumen, tetapi juga dampaknya terhadap lingkungan serta pemberdayaan komunitas lokal melalui pemanfaatan bahan baku dalam negeri.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya