Taufik Hidayat Ternyata Takut Yuvita Meninggal, Ini yang Dilakukan

Polisi juga mengungkap alasan Yuvita tidak kabur selama penyekapan selama hampir 3 tahun.

oleh Tim RegionalDiterbitkan 02 Juli 2026, 15:18 WIB
Tampang Taufik Hidayat Saat Rekonstruksi Penyekapan Kekasihnya (Rachmadi Rasyad/Merdeka.com)

Liputan6.com, Jakarta - Polisi mengungkapkan tersangka penyekapan Taufik Hidayat sebenarnya ketakutan Yuvita Tri Rezeki meninggal. Selama penyekapan, Taufik disebut menyiksa korban hingga kondisinya memprihatinkan.

Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Jabar, Kombes Pol Rumi Untari mengatakan Taufik lantas mengobati sendiri luka-luka Yuvita dengan obat yang dibeli dari apotek.

"Dia takut mungkin korban meninggal makanya dia membelikan obat, mengobati sendiri," kata Rumi usai menggelar rekonstruksi kasus penyekapan dan penganiyaan dilakukan Taufik Hidayat terhadap Yuvita Tri Rezeki di Polda Jabar pada Kamis (2/7).

Terkait alasan Yuvita tidak kabur selama penyekapan selama hampir 3 tahun karena menyimpan ketakutan besar bakal mengalami penyiksaan lebih berat.

"Rasa takut yang besar dari korban. Udah itu. Itu memang eh jawaban konsisten dari korban memang ketakutan yang besar," ujar dia.

Di lokasi sama, Wakil Ketua LPSK Sri Nurhewati mengungkapkan penganiayaan yang dilakukan Taufik terhadap Yuvita masuk kategori penyiksaan.

"Masuk. Ini kan beda ya, tindak pidana dengan relasinya kan beda," ungkap dia.

Sri menyoroti, fenomena toxic relationship sebagai hubungan asmara yang merusak seperti Taufik Hidayat dan korban. LPSK menemukan fakta Taufik mengaku sebagai suami dari Yuvita untuk mengelabui banyak pihak.

"Ini ada relasi dalam pacaran, apalagi kan kalau kita dengar ngakunya sebagai suami ya," tutup Sri.

Fakta Baru Kasus Penyekapan Yuvita

Polisi mengungkap fakta baru kasus penyekapan dan penganiayaan dilakukan Taufik Hidayat terhadap Yuvita Tri Rezeki. Kepolisian menyebut luka wajah Yuvita seperti di bibir dan gigi rontok.

"Oh tidak ada. Tidak ada dan pelaku juga tidak mengakui, dan dari fakta yang ada juga tidak ada menggunting bibir itu," kata Rumi.

Rumi mengatakan, luka di bibir dan gigi Yuvita itu akibat berulang kali dipukul Taufik. Luka itu semakin parah setelah tidak diobati.

"Jadi bibir itu atau gigi rontok itu karena pukulan berkali-kali. Sehingga rontok dan rusak bibirnya karena kan tidak diobati. Jadi lama-lama rusak bibirnya," kata Rumi.

Aksi penyekapan dan penganiyaan itu dilakukan Taufik selama rentang tahun 2024 hingga 2026. Yuvita menderita luka parah pada sejumlah bagian tubuhnya sehingga tak dapat berbicara, mendengar, dan berjalan dengan normal.

Setelah sempat kabur ke Tangerang, Taufik ditangkap di wilayah Majalaya, Kabupaten Bandung, dan dijadikan sebagai tersangka oleh polisi. Taufik ditahan di Rutan Polda Jabar.

Reporter: Rachmadi

Sumber: Merdeka.com

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya