Liputan6.com, Gaza - Dewan Perdamaian pada Rabu (1/7/2026) mengumumkan kedatangan kendaraan taktis pertama di pangkalan Pasukan Keamanan Internasional (International Stabilization Force/ISF) di dekat Jalur Gaza.
Langkah itu menjadi bagian dari persiapan logistik menjelang pengerahan pasukan multinasional ke wilayah tersebut.
Advertisement
Melalui akun resminya di media sosial X, Dewan Perdamaian menyatakan kendaraan taktis telah tiba di Area Dukungan Logistik Endurance, pangkalan yang berada di dekat Kerem Shalom di wilayah selatan Gaza.
Menurut laporan koresponden i24News, Ariel Oseran, fasilitas tersebut akan menjadi markas bagi ISF yang nantinya bertugas menjalankan misi stabilisasi di Jalur Gaza, dikutip dari laman Anadolu Agency, Kamis (2/7).
Menanggapi perkembangan tersebut, juru bicara Hamas Hazem Qassem berharap pengerahan pasukan internasional segera diwujudkan sesuai mandat yang telah disepakati, termasuk memisahkan warga sipil Palestina dari pasukan Israel dan menghentikan pelanggaran yang masih terjadi.
Qassem juga mendesak Dewan Perdamaian segera melaksanakan poin-poin dalam rencana penghentian perang di Gaza. Menurutnya, langkah tersebut harus mencakup pembentukan komite nasional untuk mengelola Gaza, penyaluran bantuan kemanusiaan, penarikan pasukan Israel, serta dimulainya proses rekonstruksi.
Ia menegaskan bahwa pembangunan kembali Gaza merupakan hak seluruh warga Palestina yang tinggal di wilayah tersebut.
Pada hari yang sama, delegasi Hamas tiba di Kairo, Mesir, untuk menggelar pembicaraan dengan pejabat Mesir dan para mediator mengenai implementasi perjanjian gencatan senjata di Gaza.
Dewan Perdamaian dibentuk pada Januari atas prakarsa Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai bagian dari upaya mencapai penyelesaian konflik di Gaza. Pertemuan perdana dewan yang membahas Gaza digelar pada 19 Februari di Washington.
Pengerahan ISF merupakan bagian dari fase kedua rencana perdamaian yang didukung Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada November tahun lalu.
Dalam fase kedua, Israel dijadwalkan melanjutkan penarikan pasukannya dari Gaza, sementara ISF akan mengambil alih tugas menjaga keamanan, mengawal distribusi bantuan kemanusiaan, serta mendukung masuknya material untuk rekonstruksi wilayah tersebut.
Meski demikian, Hamas menilai Israel masih melakukan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya telah disepakati.
Menurut otoritas Palestina, sejak perang meletus pada Oktober 2023, lebih dari 73.000 warga Palestina tewas dan lebih dari 173.000 lainnya terluka, dengan mayoritas korban merupakan perempuan dan anak-anak.