Liputan6.com, Jakarta - Harry Kane mencatat sejarah baru saat membawa Inggris menyingkirkan RD Kongo pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Kapten The Three Lions melampaui torehan gol Pele di ajang Piala Dunia.
Inggris mengamankan kemenangan 2-1 dalam pertandingan yang berlangsung di Atlanta Stadium, Rabu (1/7/2026). Kane menjadi pahlawan lewat dua gol yang dicetaknya pada babak kedua.
Advertisement
The Three Lions sempat berada dalam posisi tertinggal setelah kebobolan pada menit ketujuh. Namun, Kane membalikkan keadaan dengan mencetak brace yang memastikan Inggris lolos ke babak berikutnya.
Kemenangan tersebut mengantarkan Inggris menghadapi tuan rumah Meksiko pada babak 16 besar. Pertandingan itu dijadwalkan berlangsung di Estadio Azteca pada 6 Juli 2026.
Harry Kane Lampaui Rekor Pele
Inggris dikejutkan gol cepat Brian Cipenga pada menit ketujuh. Sepanjang babak pertama, tim asuhan Thomas Tuchel kesulitan menembus pertahanan RD Kongo yang tampil disiplin.
Jude Bellingham dan Marcus Rashford sempat memperoleh peluang emas, tetapi Lionel Mpasi tampil gemilang di bawah mistar gawang. Yoane Wissa juga hampir menggandakan keunggulan RD Kongo ketika tembakannya membentur tiang gawang.
Kane akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-75. Gol tersebut membuatnya menyamai koleksi 12 gol Pele di Piala Dunia sebelum kembali mencetak gol penentu kemenangan untuk melewati catatan legenda Brasil tersebut.
Pele mencetak 12 gol hanya dalam 16 pertandingan Piala Dunia. Ia juga masih menjadi satu-satunya pemain dalam sejarah yang berhasil menjuarai Piala Dunia sebanyak tiga kali, yakni pada 1958, 1962, dan 1970.
Kane Bangga dengan Kebangkitan Inggris
Kepada BBC, Kane menyebut pertandingan melawan RD Kongo berjalan sangat berat. Menurutnya, Inggris mulai bermain lebih baik setelah jeda minum pertama dan terus percaya peluang akan datang.
“Rasanya luar biasa bisa melakukan ini,” kata Kane. “Pertandingannya benar-benar gila. Setelah jeda minum pertama, saya merasa kami meningkatkan level permainan dan mulai tampil lebih baik.
“Kiper mereka melakukan beberapa penyelamatan yang luar biasa pada babak pertama. Kami hanya perlu terus menekan, terus berjuang, dan pada akhirnya momen kami akan datang," imbuhnya.
“Kami sempat membicarakan soal momen ketika seseorang menjadi pahlawan. Itu bisa datang dari siapa saja di dalam tim, entah saya, penyelamatan dari Pickers [Jordan Pickford], blok dari para bek, atau siapa pun.
“Kami memiliki momen-momen kepahlawanan, dan hari ini giliran saya yang mengalaminya.”