Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan dua helikopter water bombing untuk membantu memadamkan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Rabu (1/7/2026).
Pemadaman dari udara difokuskan pada titik api yang tidak dapat dijangkau armada darat.
Advertisement
Salah satu helikopter yang diterjunkan merupakan jenis MI-8AMT dengan nomor registrasi RA-22834 yang direposisi dari Provinsi Jambi ke Tangerang.
Berdasarkan pantauan di lokasi, helikopter tersebut berulang kali mengambil sekitar 4.000 liter air dari danau buatan di dekat lokasi kebakaran sebelum menjatuhkannya ke titik-titik api.
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengatakan, bantuan pemadaman melalui jalur udara dilakukan untuk menjangkau area yang sulit diakses petugas di darat.
"Saat ini sedang dilakukan upaya pemadaman melalui jalur udara pada titik yang tidak bisa dijangkau armada BPBD Kabupaten Tangerang. Kami berharap api dapat segera dipadamkan," katanya.
Di saat yang sama, armada pemadam kebakaran di darat tetap dikerahkan untuk mengendalikan api di lokasi yang dapat dijangkau.
"Armada damkar tetap melakukan pemadaman. Jadi kami melakukan dua upaya sekaligus agar api bisa segera dikendalikan," ujarnya.
Kebakaran di Area 15 Hektare
Sementara itu, Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan mengatakan pihaknya juga menyiapkan opsi modifikasi cuaca apabila kondisi di lapangan mengharuskannya.
"Kami akan melihat perkembangan situasi. Jika diperlukan, kami akan melakukan modifikasi cuaca dengan berkoordinasi bersama BMKG untuk mengetahui kondisi saat ini," jelasnya.
Hingga Rabu sore, kebakaran di TPA Jatiwaringin dilaporkan telah melanda area sekitar 15 hektare. Pemerintah Kabupaten Tangerang juga telah menetapkan status kedaruratan untuk mempercepat penanganan kebakaran sekaligus meminimalkan dampak yang ditimbulkan.