Prabowo Minta Polri Bela dan Rasakan Penderitaan Rakyat

Polri biasa berada di tengah rakyat. Sebab itu, harus membela dan merasakan penderitaan rakyat.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 01 Juli 2026, 10:37 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri HUT ke-80 Bhayangkara di Satlat Brimob Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026). (Foto: Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden).

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta Polri membela dan merasakan penderitaan rakyat, hal ini menjadi ciri khas lembaga tersebut, yang kini mengemban tugas di luar menjaga keamanan dan ketertiban.

Prabowo mengatakan, Polri menjadi lembaga negara yang berjuang bersama rakyat, lahir dari perang kemerdekaan. Sebab itu sudah terbiasa berada di tengah-tengah rakyat, harus selalu membela dan merasakan penderitaannya.

"Saya juga mengatakan bahwa Kepolisian Republik Indonesia memiliki ciri khas tertentu. Karena itu, Kepolisian Republik Indonesia memiliki sifat selalu di tengah-tengah rakyat dan harus selalu membela rakyat, merasakan penderitaan rakyat," kata Prabowo saat memimpin upacara HUT ke-80 Bhayangkara di Cikeas Bogor, Rabu (1/7/2026).

Menurut Prabowo, saat ini Polri telah ikut aktif terlibat dalam upaya ketahanan pangan, berada di garis depan membantu saat terjadi bencana, membangun infrastruktur, hingga menjaga stabilitas harga barangan yang kebutuhan masyarakat.

"Oleh karena itu, saya sangat menyampaikan penghargaan saya bagaimana pihak Kepolisian Republik Indonesia sekarang Polri, membantu secara aktif dan menentukan dalam mendukung program-program strategis, seperti program Makan Bergizi Gratis," tambah Prabowo.

 

Rakyat Beraktivitas dengan Leluasa

Prabowo mengungkapkan, keamanan tidak hanya berarti tidak adanya kejahatan, tanda keamanan terjadi adalah raklyat bisa beraktivitas dengan leluasan. Dia pun bersyukur sebab saat ini stabilitas keamanan nasional terus terjaga.

"Keamanan berarti rakyat leluasa bekerja, petani berani menanam, nelayan berani melaut, pengusaha berani investasi, guru senang mengajar, anak-anak senang belajar, dan masyarakat dapat beribadah dengan damai sesuai agama dan kepercayaan masing-masing dalam suasana yang rukun, dalam suasana penuh toleransi. Saudara-saudara, ini adalah kekuatan bangsa Indonesia," tuturnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya