Liputan6.com, Jakarta - In this economy, saat apa-apa semua terasa serba mahal dan pemasukan yang tidak bertambah, menghemat adalah jurus andalan untuk bertahan hidup. Di sisi lain, kebutuhan merawat diri tetap harus terpenuhi. Tak heran, ritual kecantikan yang mengusung minimalisme makin diminati.
Walau minimalis, bukan berarti kualitas produk ikut diirit juga. Menurut Chrisanti Indiana, co-founder dan CMO Social Bella, konsumen justru kini semakin mengutamakan kualitas daripada kuantitas, serta memilih produk yang efektif, multifungsi, dan sesuai dengan kebutuhan kulit.
Advertisement
"Menjadi lebih mindful dalam beauty routine bukan berarti mengurangi perhatian terhadap perawatan diri, melainkan lebih memahami kebutuhan kulit dan memilih produk yang tepat. Saat ini, beauty enthusiast semakin cermat dalam menentukan produk yang mereka gunakan dengan mempertimbangkan fungsi, efektivitas, dan kemudahan penggunaan dalam kehidupan sehari-hari," katanya dalam keterangan tertulis kepada Lifestyle Liputan6.com, Selasa, 30 Juni 2026.
Untuk mendukung tren tersebut, Sociolla memperkenalkan konsep Less Step, More Care. Bersamaan dengan itu, pihaknya menawarkan solusi perawatan kulit lewat berbagai produk.
Rutinitas kecantikan yang lebih sederhana dapat dimulai dari tahap pembersihan wajah. Ariul CleansingTissue & Lip Eye Remover Pad hadir sebagai solusi praktis untuk membersihkan wajah dari kotoran, minyak, dan makeup hanya dalam satu langkah. Formulanya yang lembut dapat membantu menjaga kenyamanan kulitwajah tanpa meninggalkan rasa kering setelah digunakan.
Cari Produk dengan Fungsi Lebih Spesifik
Bagi yang memiliki mobilitas tinggi, menjaga kesegaran rambut juga menjadi bagian penting dari rutinitas harian. Rated Green Real Jojoba Dry Shampoo Powder menawarkan solusi cepat untuk menyerapminyak berlebih pada kulit kepala sekaligus memberikan volume pada rambut tanpa meninggalkan residu putih, menjadikannya pilihan tepat di sela aktivitas yang padat.
Alih-alih menggunakan berbagai produk dengan fungsi serupa, tren terkini menunjukkan konsumen cenderung memilih produk yang mampu menjawab kebutuhan kulit secara spesifik. Salah satunya adalah Sungboon Editor Green Tomato Ampoule+, ampoule yang diformulasikan dengan Green Tomato Extract untuk membantu merawat tampilan pori-pori sekaligus menjaga hidrasi kulit sehingga wajah terlihat lebih halus dan segar.
Untuk melengkapi perawatan harian, Mediheal Dermaplus Mask hadir sebagai pilihan masker yang ringan dan nyaman digunakan, khususnya bagi pemula maupun pemilik kulit sensitif. Kandungannya membantu menjaga kelembapan sekaligus memperkuat skin barrier sebagai fondasi utama kulit wajah yang sehat.
Kosmetik Plus Skincare
Konsep Less Steps, More Care juga tercermin melalui meningkatnya popularitas produk multifungsi yang menggabungkan beberapa manfaat dalam satu penggunaan. Amuse Airy Pore Cover Cushion menawarkan kombinasi coverage ringan dengan manfaat perlindungan UV, brightening, dan wrinkle care dalam satu produk. Formulanya yang ringan dapat membantu menciptakan tampilan kulit yang natural sekaligus nyaman digunakan sepanjang hari.
Sementara itu, Keana Goodbye Pore Makeup Base menjadi pilihan bagi konsumen yang menginginkan tampilan kulit lebih halus dan siap untuk makeup hanya dalam satu langkah. Teksturnya yang lembut membantu menyamarkan tampilan pori-pori sehingga hasil makeup terlihat lebih rata dan natural.
"Di tengah meningkatnya kesadaran akan konsumsi yang lebih bijak, memilih produk yang benar-benar sesuai kebutuhan menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan siapa saja. Melalui kurasi produk-produk terbarudari berbagai brand global, Sociolla terus mendukung konsumen dalam menemukan solusi kecantikan yang relevan dengan gaya hidup modern," kata Santi.
Kelebihan Skinimalism
Sementara, tren skinimalism bukan baru terjadi, tetapi sudah muncul sejak empat tahun lalu, terutama di saat pandemi Covid-19. Konsep itu menggeser tren 10 langkah merawat kulit ala Korea.
"Fenomena silih berganti, kalau dari sisi kulit tidak membutuhkan skincare sebanyak itu karena selain memakainya bingung, bujet yang tidak murah dan terlalu banyak formula di muka kita sedangkan tidak sesuai kebutuhan itu yang bikin barrier kulit kita rusak," kata dermatologist dr. Ika Ayu, M.Biomed (AAM) saat ditemui dalam acara Aceskin di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, 21 Juli 2022.
dr. Ika melanjutkan barrier kulit letaknya di paling luar stratum korneum di bagian epidermis. Di sana, ada pori-pori yang fungsinya mengunci kelembapan sekaligus menahan air supaya tidak keluar.
"Kalau kita tempelkan macam-macam formula dan step, itu yang bikin barrier kita rusak. Kulitnya jadi bingung karena mana (formula) yang benar karena semua dipakai di muka," tambahnya.
Ia mengungkapkan barrier kulit rusak dapat menyebabkan beruntus, kulit merah, hingga iritasi. Akhirnya, kondisi ini membuat pasien stres dan mencoba cara lain bahkan menambahkan langkah perawatan kulit.