Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah resmi menerapkan program biodiesel B50 mulai Rabu (1/7/2026) sebagai langkah strategis yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Melalui program ini, kandungan biodiesel berbasis minyak kelapa sawit (FAME) ditingkatkan dari 40 persen menjadi 50 persen guna mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor solar secara signifikan.
Advertisement
Meski porsi komoditas sawit dalam campuran BBM meningkat, pemerintah memastikan bahwa harga jual B50 tidak akan mengalami perubahan dan tetap mengikuti formula harga solar yang berlaku saat ini.
Artikel mengenai BBM B50 ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selian itu masih ada sejumlah artikel lain yang layak untuk disimak.
Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com:
1. Bakal Diluncurkan Prabowo 1 Juli, Simak Bocoran Harga BBM B50
Pemerintah direncanakan menerapkan program biodiesel B50 pada Rabu (1/7/2026). Program yang bakal diluncurkan Presiden Prabowo Subianto ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor solar.
Meski kandungan biodiesel berbasis minyak sawit (FAME) meningkat dari 40 persen menjadi 50 persen, pemerintah memastikan harga BBM B50 tidak mengalami perubahan dan tetap mengikuti formula harga solar yang berlaku saat ini.
Cek berita selengkapnya di sini
2. Harga Emas Antam Hari Ini Turun Lagi, Buyback Anjlok Lebih Dalam
Harga emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari ini, Selasa (30/6/2026) turun Rp 15.000. Ini adalah penurunan kedua pekan ini setelah pada perdagangan Senin kemarin harga emas antam juga turun Rp 15.000.
Mengutip laman Logam Mulia, harga emas antam hari ini ditetapkan Rp 2.630.000 per gram. Pada perdagangan kemarin, harga emas antam dibanderol Rp 2.645.000 per gram.
Cek berita selengkapnya di sini
3. BTN Resmi Ambil Alih Kredit Pensiun SMBC Indonesia, Ini Dampak ke Nasabah
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) resmi mengambil alih pengelolaan portofolio kredit pensiun milik PT Bank SMBC Indonesia Tbk. Transaksi ini menjadi bagian dari strategi BTN memperluas ekosistem layanan keuangan tanpa meninggalkan fokus utamanya di sektor pembiayaan perumahan.
Di sisi lain, SMBC Indonesia dapat lebih fokus mengembangkan bisnis pada segmen nasabah prioritas, usaha kecil dan menengah (UKM), hingga korporasi.