Indonesia-Malaysia Membahas Pengamanan Selat Malaka

Kepala Staf AL Laksamana Bernard Kent Sondakh bertemu Panglima Tentara Laut Diraja Malaysia Dato` Sri Mohamad Anwar bin Haji Mohamad Nor. Selat Malaka memang rawan berbagai kecelakaan dan penyelundupan.

oleh Liputan6Diterbitkan 30 Juni 2004, 09:07 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Indonesia dan Malaysia sepakat meningkatkan kerja sama operasi pengamanan Selat Malaka. Sebagai jalur lalu lintas laut yang padat, Selat Malaka memang rawan kecelakaan dan berbagai tindak kejahatan dan penyelundupan. Karena itu, pengamanan Selat Malaka menjadi agenda utama pertemuan Kepala Staf Angkatan Laut Laksmana Bernard Kent Sondakh dengan Panglima Tentara Laut Diraja Malaysia Dato` Sri Mohamad Anwar bin Haji Mohamad Nor di Markas Besar TNI Angkatan Laut di Cilangkap, Jakarta, Selasa (29/6).

Usai pertemuan, KSAL mengatakan, sejauh ini, tindak kejahatan yang paling sering terjadi di Selat Malaka adalah perompakan. Seperti kasus yang terjadi di Perairan Sumatra Utara, dua pekan silam [baca: Tiga Perompak Tanker Pertamina Tewas Ditembak]. Sedangkan soal terorisme, KSAL mengatakan bisa saja terjadi. Tapi, sejauh ini, masih sekadar isu. Dalam operasi ini, Indonesia akan menurunkan lima kapal dengan jumlah pasukan kurang lebih 500 orang.(TNA/Budi Rachmat dan Benny Souisa)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya