Liputan6.com, Jakarta - Aksi komplotan pencurian kabel milik Telkom terbongkar. 29 pelaku ditangkap setelah diketahui menyamar layaknya petugas resmi saat beraksi di Kabupaten Lampung Timur. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung Kombes Pol Indra Hermawan mengungkapkan, para pelaku telah menjalankan aksinya selama kurang lebih satu bulan sebelum akhirnya terbongkar.
"Kenapa masyarakat tidak curiga? Karena mereka bekerja pada malam hari dengan perlengkapan yang seolah-olah resmi. Mereka memakai rompi, helm, memasang traffic cone, bahkan ada yang bertugas mengatur lalu lintas," kata Indra, Selasa (30/6/2026).
Advertisement
Menurutnya, modus tersebut membuat aktivitas para pelaku tampak seperti pekerjaan perbaikan jaringan Telkom sehingga tidak menimbulkan kecurigaan warga maupun pengguna jalan.
Kasus itu bermula dari laporan masyarakat terkait dugaan pencurian kabel Telkom, Sabtu (27/6/2026) sekira pukul 01.35 WIB. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan mengamankan para pelaku.
Dalam menjalankan aksinya, para pelaku lebih dulu mencari titik keberadaan kabel bawah tanah menggunakan alat locator atau pendeteksi logam.
"Setelah lokasi dipastikan, mereka memasang traffic cone di sepanjang jalan untuk memberi kesan sedang melakukan pekerjaan resmi," jelasnya.
Selanjutnya, para pelaku membagi peran. Sebagian bertugas menggali tanah, lima orang mengatur arus lalu lintas, beberapa menjadi pengawas, sementara lainnya menarik kabel menggunakan truk setelah kedua ujung kabel dipotong. Setelah kabel berhasil diambil, lubang galian kembali ditutup agar jejak pencurian sulit diketahui.
Dari hasil pengungkapan, polisi menyita tiga truk colt diesel, tiga mobil, satu sepeda motor, satu bak truk berisi kabel tembaga, dua alat pencari kabel (locator), satu genset, satu jack hammer, 15 traffic cone, 20 cangkul serta sekira dua ton kabel tembaga.
Berdasarkan hasil penyidikan, komplotan tersebut memiliki pembagian tugas yang rapi.
Terkait nilai kerugian yang dialami Telkom, Indra menyebut hingga kini masih dalam proses penghitungan oleh pihak perusahaan.
"Kerugiannya masih dihitung oleh pihak Telkom," ujarnya.