3 Orang Terluka Akibat Ledakan di Monako, Pelaku Buron ke Prancis

Otoritas menyebut ledakan itu bukan aksi teror.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 30 Juni 2026, 10:32 WIB
Petugas kepolisian Monako dan Prancis berjaga di sekitar lokasi ledakan di Monako pada Senin (29/6/2026) malam. (Dok. Valery Hache/AFP)

Liputan6.com, Monako - Tiga orang mengalami luka serius akibat ledakan yang berasal dari sebuah alat peledak rakitan di sebuah bangunan tempat tinggal mewah di Monako. Otoritas setempat menyatakan peristiwa ini bukan serangan teroris acak, melainkan sebua Tiga orang mengalami luka serius akibat ledakan yang berasal dari sebuah alat peledak rakitan di sebuah bangunan tempat tinggal mewah di Monako. Otoritas setempat menyatakan peristiwa ini bukan serangan teroris acak, melainkan sebuah ledakan yang disengaja dan diduga kuat sebagai aksi pembunuhan berencana yang ditargetkan secara khusus.

Serangan yang terjadi pada Senin (29/6/2026) malam itu mengejutkan Monako, negara kecil di pesisir Laut Mediterania yang dikenal eksklusif. Pangeran Albert II seperti dilaporkan Associated Press mengecam keras peristiwa tersebut sebagai "tindakan yang keji" dan menegaskan seluruh aparat negara telah dikerahkan untuk menjamin keamanan.

Pihak berwenang Monako dan Prancis kini tengah memburu pelaku sementara motif serangan masih didalami. Hal itu disampaikan oleh Menteri Negara Monako Christophe Mirmand, yang menjelaskan bahwa ledakan terjadi sekitar pukul 21.00 waktu setempat di pintu masuk sebuah kompleks hunian yang berada di dekat perbatasan.

Akibat ledakan dari bom tas yang sengaja diisi baut dan gotri tersebut, dua orang dewasa kini dalam kondisi kritis dan mengancam jiwa, sementara seorang anak berusia 13 tahun mengalami luka ringan. Selain tiga korban luka fisik yang dilarikan ke rumah sakit di Prancis, terdapat empat penghuni lain yang harus dirawat akibat mengalami syok berat.

Mirmand menambahkan, pelaku diketahui melintasi perbatasan menuju Prancis dengan berjalan kaki usai menjatuhkan paket bom di lobi. Identitas visualnya berhasil terdeteksi melalui rekaman kamera pengawas (CCTV) di Monako dan di Beausoleil, kota di Prancis yang berbatasan langsung dengan lokasi kejadian. Namun, pihak kejaksaan sengaja belum merilis identitas spesifik tersebut demi kelancaran operasi pengejaran.

Seorang pejabat Kepolisian Nasional Prancis mengatakan polisi setempat kini tengah memperketat wilayah perbatasan melalui protokol keamanan darurat guna memburu pelaku sekaligus membantu proses penyelidikan gabungan.

Stasiun televisi Prancis BFM dan situs berita Ukraina Ukrainska Pravda mengidentifikasi korban utama serangan ini sebagai taipan konstruksi dan properti, Vadym Iermolaiev, beserta istrinya. Meski dikenal sebagai salah satu orang terkaya asal Ukraina, catatan sipil mengonfirmasi bahwa Iermolaiev telah melepas status warga negara Ukraina sejak 2019 dan saat ini resmi memegang kewarganegaraan Siprus.

Menurut Ukrainska Pravda, Iermolaiev sempat dikenai sanksi oleh pemerintah Ukraina pada 2023 karena diduga memiliki hubungan bisnis di wilayah Krimea yang diduduki Rusia, sebuah rekam jejak yang kini menjadi fokus utama penyelidikan motif oleh kepolisian.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya