Bupati Bekasi Dituntut Mengundurkan Diri

Ratusan warga dari 11 kecamatan di Bekasi menuding Bupati Saleh Manaf telah menjual aset berharga Pemkab Bekasi. Tuntutan warga didukung Fraksi PDIP dan Fraksi Partai Golkar. Unjuk rasa nyaris rusuh.

oleh Liputan6Diterbitkan 28 Juni 2004, 19:07 WIB
Liputan6.com, Bekasi: Ratusan warga Bekasi, Jawa Barat, menuntut Bupati Bekasi Saleh Manaf turun dari jabatannya. Saleh dituduh telah menjual aset berharga Pemerintah Kabupaten Bekasi. Tuntutan tersebut mendapat dukungan dari dua fraksi besar di DPRD Bekasi, yaitu Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Fraksi Partai Golongan Karya. Aksi massa tersebut dipusatkan di Kantor DPRD Kabupaten Bekasi, Senin (28/6) siang.

Lebih dari lima jam warga dari 11 kecamatan di Bekasi menyampaikan aspirasinya. Menurut Koordinator Demonstrasi Aam Jaya, pihaknya menuntut empat hal. &quotBerhentikan Saleh Manaf, hentikan penjualan aset daerah, meja hijaukan segera anggota dewan yang terlibat, dan segera lakukan pemilihan bupati," kata Aam.

Sementara Aam dan ratusan demonstran duduk di luar gedung, 15 wakilnya berdialog dengan Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Damanhuri Husen. Saat negosiasi berlangsung, sempat terjadi insiden. Sebuah batu dilemparkan seseorang dan memecahkan kaca nako di ruangan Damanhuri. Untung polisi yang berjaga-jaga dapat mengatasi kejadian tersebut.

Setelah rapat selesai, Damanhuri berjanji akan menindaklanjuti tuntutan tersebut. Pasalnya, Fraksi PDIP dan Golkar juga telah memberi dukungan. &quotAkan dilakukan rapat paripurna," janji Damanhuri. Setelah mendengar penjelasan Damanhuri, massa pun bubar. Sementara itu, Bupati Bekasi Saleh Manaf belum dapat ditemui SCTV untuk dimintai keterangan.

Unjuk rasa yang dialamatkan untuk Saleh Manaf tidak hanya terjadi kali ini. Dia juga sempat didemo ketika terpilih menjadi bupati. Atraksi potong lidah dan bakar diri menghiasi demonstrasi di Departemen Dalam Negeri, Jalan Medan Merdeka Utara Nomor 7, Jakarta Pusat, akhir tahun silam [baca: Memprotes Pemilihan Bupati dengan Debus]. Mereka menolak pemilihan bupati Bekasi yang dinilai sarat politik uang.(YAN/Rahmat Supana dan Yuli Sasmito)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya