Selain Beras, Indonesia Jajaki Ekspor Komoditas Lain ke Singapura

Hari ini stok beras Indonesia mencapai sekitar 5,1 juta ton.

oleh Tim BisnisDiterbitkan 29 Juni 2026, 19:42 WIB
Jumlah stok beras selama masa Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menjabat menjadi suatu kebanggan yang harus diakui dalam sejarah Indonesia.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menawarkan ekspor 10 ribu ton beras ke Singapura. Tawaran ini seiring stok cadangan beras pemerintah (CBP) kelolaan Perum Bulog mencapai 5,1 juta ton.

Selain beras, Indonesia juga menjajaki peningkatan ekspor komoditas pangan strategis lainnya, seperti ayam, telur, minyak sawit, kelapa, dan komoditas lainnya. "Kami mengusulkan ekspor minimal 10 ribu ton beras dari Indonesia ke Singapura," kata Mentan melansir Antara, Senin (29/6/2026).

Peluang ekspor 10 ribu ton beras Indonesia ke Singapura juga dinilai sebagai langkah memperkuat kerja sama pangan kedua negara. Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta.

Kedua negara juga sepakat memperkuat kolaborasi melalui pertukaran teknologi dan inovasi pertanian untuk mendukung ketahanan pangan. “Kami juga ingin meningkatkan kerja sama untuk komoditas ayam, telur, minyak sawit, serta memperkuat pertukaran teknologi pertanian. Ini menjadi langkah kolaborasi yang saling menguntungkan bagi kedua negara,” ujar Amran.

Menurut Mentan, peluang ekspor tersebut didukung kondisi produksi dan cadangan beras nasional yang saat ini sangat kuat. Stok beras pemerintah telah mencapai sekitar 5,1 juta ton, sementara kapasitas gudang sekitar 3 juta ton sehingga sebagian stok harus disimpan di gudang sewa.

“Hari ini stok beras kita mencapai sekitar 5,1 juta ton. Gudang (Bulog) yang tersedia hanya mampu menampung sekitar 3 juta ton, sehingga sebagian harus disimpan di gudang sewa. Karena itu, insya Allah Indonesia siap mengekspor minimal 10 ribu ton beras ke Singapura,” ujarnya.

 

Ekspor Bukan Hal Baru

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman Inspeksi Mendadak (Sidak) ke gudang beras Bulog Sub Divre Kediri.

Dia menjelaskan pembahasan kerja sama akan dilanjutkan secara lebih rinci, termasuk untuk komoditas pangan lain yang dibutuhkan Singapura.

"Yang jelas dari Singapura ingin memperkuat kerja sama, khususnya untuk kebutuhan pangan seperti beras, telur, ayam, kelapa, dan komoditas lainnya. Indonesia siap mendukung kebutuhan tersebut,” katanya.

Mentan juga menjelaskan ekspor beras ke Singapura bukanlah hal baru. Selama ini perdagangan beras telah berlangsung melalui pelaku usaha swasta.

Adapun rencana yang tengah dijajaki kali ini adalah skema kerja sama antara badan usaha milik negara (BUMN) Indonesia dengan mitra swasta di Singapura sebagai upaya memperluas kerja sama perdagangan pangan kedua negara.

 

Kata Mentan Singapura

Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu menyampaikan apresiasi atas kemajuan sektor pertanian Indonesia.

Menurutnya, peningkatan produktivitas yang dicapai Indonesia merupakan hasil dari penguatan riset dan pengembangan, teknologi, benih unggul, peralatan, serta mekanisasi pertanian.

"Peningkatan hasil panen dan produktivitas yang dicapai sangat mengesankan. Indonesia telah banyak berinvestasi pada riset dan pengembangan, teknologi, benih, peralatan, serta mekanisasi yang berhasil meningkatkan produksi pertanian,” ujar Grace Fu.

Ia menambahkan, Singapura masih mengimpor sebagian besar kebutuhan pangannya sehingga peluang peningkatan ekspor dari Indonesia menjadi potensi kerja sama yang sangat menjanjikan.

“Karena itu, potensi ekspor pangan dari Indonesia merupakan peluang kolaborasi yang sangat baik. Kami juga menyambut baik untuk mengeksplorasi lebih lanjut usulan ekspor 10 ribu ton beras bersama pemerintah Singapura,” tuturnya.

Singapura merupakan salah satu mitra dagang strategis Indonesia di sektor pertanian. Pemerintah Indonesia menilai masih terdapat ruang yang sangat besar untuk terus memperluas perdagangan komoditas pertanian antara kedua negara.

Pada 2025, nilai perdagangan bilateral komoditas pertanian Indonesia dan Singapura tercatat mencapai sekitar 849,6 juta dolar Anerika Serikat (AS). Dari jumlah tersebut, nilai ekspor produk pertanian Indonesia ke Singapura mencapai 482,9 juta dolar AS, sedangkan impor dari Singapura sebesar 366,7 juta dolar AS.

Penjajakan ekspor beras dan komoditas pangan lainnya diharapkan menjadi langkah untuk memperluas akses pasar produk pertanian Indonesia sekaligus memperkuat ketahanan pangan kawasan melalui kemitraan yang saling menguntungkan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya