Lawan Dominasi China, 3 Produsen Otomotif Jepang Bersatu

Hadapi gempuran Tesla dan pabrikan China, Honda, Nissan, dan Mitsubishi sepakat bersatu kembangkan komponen ECU bersama demi pangkas biaya produksi.

oleh Arief AszhariDiterbitkan 30 Juni 2026, 14:09 WIB
Honda-Nissan-Mitsubishi Siap Berbagi ECU Kendaraan Listrik (Carscoops)

Liputan6.com, Jakarta - Honda, Nissan, dan Mitsubishi dikabarkan tengah memasuki tahap akhir pembahasan kerja sama, untuk menggunakan electronic control unit (ECU) yang sama di kendaraan generasi terbaru.

Kolaborasi ini, menjadi bagian dari strategi ketiga produsen otomotif Jepang tersebut untuk memangkas biaya pengembangan, sekaligus meningkatkan daya saing di tengah persaingan yang semakin ketat dengan merek asal China dan Tesla.

Berdasarkan laporan Nikkei Asia, Selasa (30/6/2026), ECU bersama ini akan menjadi pusat kendali utama bagi kendaraan berbasis software-defined vehicle (SDV).

Komponen ini nantinya akan mengintegrasikan berbagai fungsi penting, mulai dari sistem bantuan mengemudi (autonomous driving), hingga fitur infotainment, dan akan digunakan di model hybrid maupun listrik.

Namun, ketiga perusahaan ini masih harus menyelesaikan sejumlah rincian, terkait kerangka pengembangan dan pengadaan komponen tersebut. Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, kesepakatan disebut-sebut dapat tercapai dalam beberapa pekan ke depan.

Kolaborasi ini dipandang sebagai upaya untuk menekan biaya produksi, melalui penggunaan komponen yang seragam dalam skala besar.

Dengan volume pengadaan yang lebih tinggi, Honda, Nissan, dan Mitsubishi berharap dapat memperoleh efisiensi biaya, sekaligus memperkuat posisi dalam menghadapi kompetitor global yang agresif mengembangkan kendaraan elektrifikasi.

Produksi Bersama Honda dan Nissan

Kerja sama tersebut tampaknya tidak hanya berhenti untuk penggunaan ECU. Laporan yang sama menyebut Honda dan Nissan juga sedang mempertimbangkan standardisasi perangkat lunak kendaraan, serta sistem operasi yang akan digunakan untuk model-model SDV pada masa mendatang.

Pendekatan ini diyakini dapat menyederhanakan proses pengembangan teknologi, sekaligus mempercepat peluncuran fitur baru melalui pembaruan perangkat lunak.

Selain berbagi teknologi, Honda dan Nissan juga dikabarkan membahas peluang memproduksi kendaraan secara bersama di Amerika Serikat. Langkah tersebut menjadi bagian dari kolaborasi yang lebih luas, setelah rencana penggabungan manajemen kedua perusahaan batal terwujud.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya