Banyak Keluhan SPMB, Pramono Ungkap Akar Masalahnya

Tak sedikit siswa gagal masuk sekolah negeri karena masalah umur, nilai, dan sistem desil.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 29 Juni 2026, 10:08 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat dijumpai di Balai Kota, Jumat (26/6/2026). (Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menanggapi keluhan masyarakat terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Tak sedikit siswa gagal masuk sekolah negeri karena masalah umur, nilai, dan sistem desil.

Pramono mengatakan, sistem penerimaan siswa baru sejatinya tidak mengalami perubahan mendasar dari tahun ke tahun. Namun, dia mengakui masih ada ketidakpuasan dari sebagian orang tua dan siswa yang tidak lolos di sekolah pilihan mereka.

“Untuk penerimaan siswa baru ini kan yang sudah dilakukan dari waktu ke waktu tidak ada sesuatu yang baru sebenarnya. Dan kalau kemudian tidak semua terpuaskan, kami menyadari itu,” kata Pramono, dikutip Senin (29/6/2026).

Dia menjelaskan, persoalan utama selalu terletak pada terbatasnya daya tampung sekolah favorit yang menjadi rebutan calon peserta didik. Kondisi tersebut membuat sebagian siswa harus dialihkan ke sekolah lain meski masih berada dalam zonasi yang sama.

“Karena apa? Keterbatasan tempat untuk sekolah-sekolah yang dianggap favorit yang menjadi rebutan. Selalu problemnya itu,” ujarnya.

Menurut dia, kondisi ini menyebabkan sebagian siswa tidak dapat masuk ke sekolah yang diharapkan, meski sudah sesuai dengan aturan zonasi yang berlaku.

“Enggak bisa masuk di sekolah yang diharapkan walaupun dalam zona yang ada, akhirnya masuk di sekolah yang lain,” kata Pramono.

Dia menambahkan, pembahasan lebih rinci terkait SPMB akan dilakukan bersama Dinas Pendidikan untuk mencari solusi atas berbagai keluhan yang muncul di masyarakat.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya