Liputan6.com, Jakarta: Jabatan Gubernur Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) diserahterimakan dari Letnan Jenderal TNI Johny Lumintang kepada Ermaya Suradinata, Kamis (15/02) pagi. Pelantikan Ermaya juga dimaksudkan untuk menepis anggapan bahwa Lemhanas adalah institusi militer. Demikian ditegaskan Menteri Pertahanan Mahfud M.D., dalam kata sambutan saat melantik pejabat baru Lemhanas di Jakarta.
Menurut Mahfud, selama ini, 75 persen lulusan Lemhanas adalah kalangan sipil. Ia pun bertekad Lemhanas bakal diarahkan bukan saja untuk batu loncatan ke jenjang jabatan yang lebih tinggi. Melainkan dapat menjadi wadah kajian sekaligus pendidikan kepemimpinan. Mahfud menjelaskan, nantinya siswa Lemhanas akan berasal dari tokoh muda, termasuk wali kota dan bupati.
Di masa mendatang, menurut Mafhud, Lemhanas akan langsung bertanggung jawab penuh pada Presiden, bukan kepada Menteri Pertahanan. Selain itu, ia juga menolak bahwa penunjukkan orang sipil menjadi Gubernur Lembahas sebagai upaya memotong peranan militer. Sedangkan Johny Lumintang, tambah Mahfud, akan dimutasikan menjadi Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan menggantikan Letjen TNI Sugiyono.(ICH/Doni Kurniawan dan Zakaria
Menurut Mahfud, selama ini, 75 persen lulusan Lemhanas adalah kalangan sipil. Ia pun bertekad Lemhanas bakal diarahkan bukan saja untuk batu loncatan ke jenjang jabatan yang lebih tinggi. Melainkan dapat menjadi wadah kajian sekaligus pendidikan kepemimpinan. Mahfud menjelaskan, nantinya siswa Lemhanas akan berasal dari tokoh muda, termasuk wali kota dan bupati.
Di masa mendatang, menurut Mafhud, Lemhanas akan langsung bertanggung jawab penuh pada Presiden, bukan kepada Menteri Pertahanan. Selain itu, ia juga menolak bahwa penunjukkan orang sipil menjadi Gubernur Lembahas sebagai upaya memotong peranan militer. Sedangkan Johny Lumintang, tambah Mahfud, akan dimutasikan menjadi Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan menggantikan Letjen TNI Sugiyono.(ICH/Doni Kurniawan dan Zakaria