AS Kembali Serang Iran, Sasar Pangkalan Rudal dan Drone

Trump memperingatkan bahwa Washington dapat mengambil langkah militer yang lebih luas apabila situasi terus memburuk.

oleh Tim GlobalDiterbitkan 28 Juni 2026, 10:01 WIB
Kondisi sebuah jembatan yang terkena terkena serangan udara Amerika Serikat pada Kamis 2 April 2026 terlihat di Karaj, sebelah barat Teheran, Iran, Jumat, 3 April 2026. (AP Photo/Vahid Salemi)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa militer AS telah melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran.

"Pesawat Amerika Serikat baru saja menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran, serta lokasi radar pantai," kata Trump melalui platform Truth Social, Sabtu (27/6).

Trump menyebut serangan tersebut sebagai respons atas tindakan Iran yang menurutnya, "Kembali melanggar perjanjian gencatan senjata".

"Ini merupakan respons atas pelanggaran perjanjian gencatan senjata, lagi!" tulisnya.

Trump juga memperingatkan bahwa Washington dapat mengambil langkah militer yang lebih luas apabila situasi terus memburuk.

"Mungkin akan tiba saatnya ketika kami tidak lagi dapat bersikap masuk akal dan akan dipaksa untuk menyelesaikan secara militer pekerjaan yang telah kami mulai dengan sangat sukses. Jika itu terjadi, Republik Islam Iran tidak akan ada lagi!" ujar Trump.

 

Serangan di Pulau Qeshm

Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Ruang Oval, Gedung Putih, Kamis (29/1/2026). (Dok. AP/Allison Robert)

Sebelumnya, media Iran melaporkan terjadinya serangan di Pulau Qeshm, di dekat Kota Sirik, serta di sekitar Kota Pelabuhan Bandar-e Lengeh, di bagian selatan negara itu.

Sementara itu, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi telah menyerang sejumlah target di Iran sebagai tanggapan atas dugaan serangan Iran terhadap sebuah kapal niaga yang melintasi Selat Hormuz.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya