Liputan6.com, Jakarta - Ribuan petani di Kabupaten Sukabumi mulai melakukan aksi kejar target tanam padi serentak guna menyelamatkan produksi pangan dari ancaman kekeringan ekstrem akibat El Nino. Langkah taktis ini diambil untuk mencuri start sebelum puncak musim kemarau yang diprediksi melanda mulai Juli hingga Oktober mendatang.
Gerakan percepatan semai dan olah lahan yang dimulai dari kelompok tani Arya Laksana, Desa Nyalindung ini, menjadi bagian dari strategi penyelamatan pangan di 11 kabupaten wilayah Provinsi Jawa Barat.
Advertisement
Fokus utamanya adalah memanfaatkan sisa ketersediaan air yang saat ini masih melimpah di area persawahan.
Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Denis Eriska mengungkapkan, wilayahnya dibebani target perluasan areal tanam (PAT) sebesar 11.114 hektare oleh pemerintah pusat. Memulai pertanaman lebih awal menjadi kunci utama agar padi tidak fuso atau gagal panen saat kekeringan memuncak.
"Kondisi hari ini insha Allah air masih cukup banyak. Pada awal pertanaman kita memang memerlukan air yang banyak, sehingga nanti saat musim kemarau datang, tanaman padi sudah tinggal di ujung panen. Dengan begitu, El Nino tidak akan mengganggu produktivitas hasil pertanian kita," ujar Denis Eriska, Jumat (26/6/2026).
Strategi percepatan ini didukung oleh Kementerian Pertanian melalui penyaluran bantuan benih padi secara masif ke tingkat kelompok tani.
Pemerintah daerah berkomitmen memastikan seluruh bantuan tersebut langsung turun ke tanah tanpa tertunda birokrasi.
Sekda Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman menegaskan, percepatan ini wajib dilakukan secara sinergis oleh seluruh penyuluh dan petani di lapangan.
"Melalui percepatan pemanfaatan bantuan benih padi yang telah disalurkan, diharapkan musim tanam dapat berjalan lebih awal demi mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi," tegas Ade Suryaman.