Korban Meninggal Akibat Gempa Kembar di Venezuela Bertambah Jadi 920 Orang

Venezuela diguncang gempa magnitudo 7,5 dan 7,2.

oleh Yacob BillioctaDiterbitkan 27 Juni 2026, 09:23 WIB
Petugas penyelamat mengevakuasi seorang korban menggunakan tandu dari bangunan yang runtuh setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Caracas, Venezuela. (Dok. Juan Barreto/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Jumlah korban tewas dalam gempa kembar yang mengguncang Venezuela terus bertambah menjadi 920 orang, sementara 3.630 lainnya mengalami luka-luka. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Majelis Nasional Venezuela Jorge Rodríguez, Jumat (26/6/2026).

"Gempa ganda yang melanda pantai utara Venezuela pada Rabu (24/6), diikuti gempa susulan yang kuat, menyebabkan kerusakan parah di wilayah yang paling terdampak, terutama di negara bagian La Guaira," kata Rodríguez. Dikutip dari Antara.

Rodríguez mengungkapkan bahwa sebanyak 383 bangunan rusak berat sehingga mengganggu infrastruktur setempat. Selain itu, 3.007 warga terpaksa mengungsi dan kini ditampung di tempat penampungan sementara serta rumah sakit lapangan.

Tim penyelamat, yang diperkuat personel pencarian dan penyelamatan internasional, masih terus berupaya menemukan korban selamat yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Rodríguez juga mengimbau masyarakat agar menghindari perjalanan menuju La Guaira karena kemacetan lalu lintas menghambat proses evakuasi korban luka serta memperlambat operasi tanggap darurat.

Sementara itu, Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan bahwa dua gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6) dengan selang waktu hanya 39 detik.

Menurut USGS, gempa berkekuatan magnitudo 7,5 berpusat sekitar 14,3 mil di tenggara Kota Yumare, negara bagian Yaracuy. Adapun gempa berkekuatan magnitudo 7,2 terjadi sekitar 14,9 mil di timur laut Kota San Felipe, yang juga berada di negara bagian Yaracuy.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya