Pesawat Menabrak Gunung, Dua Orang Tewas

Dua pelajar Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia Curug, Tangerang, tewas lantaran pesawat latihan mereka menabrak gunung. Proses evakuasi badan pesawat berjalan lambat.

oleh Liputan6Diterbitkan 14 Februari 2001, 14:04 WIB
Liputan6.com, Jepara: Agung Nugroho, 23 dan Anton Wibisono, 23, pelajar Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia Curug, Tangerang, Provinsi Banten, tewas akibat pesawat latihan yang mereka tumpangi menabrak Gunung Saptorenggo, di Desa Bungu Mayong, Jepara, Jawa Tengah, Senin (12/2) siang. Sayangnya, jasad kedua korban baru dapat dievakuasi Selasa sekitar pukul 16.00 WIB. Saat ditemukan, tubuh kedua awak pesawat itu masih berada di dalam kokpit pesawat dengan kondisi mengenaskan. Proses evakuasi berjalan lambat akibat cuaca buruk dan lokasi yang sulit dijangkau.

Menurut saksi mata, sebelum jatuh pesawat jenis Socata Tobaca 10 milik STPI Curug itu sempat oleng lantaran mesin mati. Besar dugaan, kedua awak pesawat berusaha melakukan pendaratan darurat. Sayang, pesawat tak terkendali akibat angin bertiup kencang dibarengi dengan kabut tebal. Tak pelak, pesawat terhempas dan menghantam tebing gunung. Pesawat jatuh di lereng pegunungan pada ketinggian 2.600 meter di atas permukaan laut.

Kondisi pesawat bernomor register PK-AGH 1766 itu hancur. Bagian moncong, ekor, dan sebagian sayap patah. Sampai Selasa sore, tim SAR, polisi, dan masyarakat desa sekitar baru berhasil menurunkan bagian sayap dan roda pesawat. Menurut rencana, badan pesawat baru akan diturunkan pada Rabu ini.

Sementara itu, upaya pencarian korban helikopter Bell N-412 yang diperkirakan jatuh di Pegunungan Burangrang, Purwakarta, Jawa Barat, telah memasuki hari ketujuh. Sayangnya, sampai Rabu ini, tim SAR gabungan belum dapat menemukan korban dan bangkai pesawat.

Menurut Ketua Tim SAR gabungan Hadi, kemungkinan besar upaya pencarian korban heli milik Departemen Kehutanan itu akan dihentikan sementara waktu. Pasalnya, merujuk peraturan operasi SAR, hari ketujuh adalah batas akhir tahap pertama. Selanjutnya penentuan dilanjutkan atau tidaknya upaya pencarian, sangat tergantung pada hasil evaluasi pada tahap pertama. Hadi menegaskan, besar kemungkinan seluruh korban tewas.(ICH/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya