Kawasan Transmigrasi Disiapkan Jadi Sentra Pangan dan Energi

Transmigrasi tidak lagi hanya sebagai perpindahan penduduk, tetapi sebagai strategi pembangunan kawasan produktif yang mampu mendukung ketahananan.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 25 Juni 2026, 22:34 WIB
Ilustrasi (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Kawasan transmigrasi disiapkan menjadi sentra produksi pangan dan energi untuk menopang agenda swasembada Presiden Prabowo Subianto. Hal itu ditegaskan Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara saat menghadiri Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) XVII di Kabupaten Gorontalo.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa petani dan nelayan memiliki peran historis dalam perjalanan bangsa. Sejak masa perjuangan kemerdekaan, petani dan nelayan telah menjadi kekuatan utama yang menopang kehidupan rakyat, pejuang, dan prajurit Indonesia.

Presiden juga menekankan bahwa Indonesia tidak boleh bergantung pada impor pangan. Menurut Presiden, kemerdekaan harus menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat kecil, khususnya petani dan nelayan yang selama ini menjadi tulang punggung bangsa.

Sejumlah capaian sektor pertanian turut disampaikan dalam kegiatan tersebut, antara lain penurunan harga pupuk sebesar 20 persen, Nilai Tukar Petani (NTP) yang mencapai 127, pertumbuhan sektor pertanian sebesar 5,74 persen, serta capaian produksi pangan Indonesia yang disebut mencapai 38 juta ton.

Menteri Transmigrasi menilai arahan Presiden tersebut sangat relevan dengan paradigma baru transmigrasi.

"Transmigrasi saat ini tidak lagi hanya dipahami sebagai perpindahan penduduk, tetapi sebagai strategi pembangunan kawasan produktif yang mampu mendukung ketahanan pangan, energi, dan pemerataan ekonomi" kata Iftitah saat menghadiri Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) XVII di Kabupaten Gorontalo, Kamis (25/6).

 

Potensi Besar

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara (paling kiri) Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara saat menghadiri Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) XVII di Kabupaten Gorontalo, Rabu, 24 Juni (Istimewa)

Kawasan transmigrasi memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sentra produksi pangan, perkebunan, peternakan, perikanan, dan energi berbasis potensi lokal.

Dengan dukungan infrastruktur, teknologi, kelembagaan ekonomi, dan sumber daya manusia unggul, kawasan transmigrasi dapat menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia yang berdiri di atas kaki sendiri.

Melalui momentum PENAS XVII, Kementerian Transmigrasi menegaskan komitmennya untuk menyelaraskan pembangunan kawasan transmigrasi dengan prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat swasembada pangan, swasembada energi, dan kesejahteraan rakyat di seluruh pelosok Indonesia.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya