Liputan6.com, Jakarta - Hoaks bisa menyerang negara tertentu tak terkecuali Ukraina. Hoaks ini menyebar di masyarakat melalui media sosial maupun aplikasi percakapan.
Lalu apa saja hoaks seputar Ukraina? Berikut beberapa di antaranya:
Advertisement
1. Cek Fakta: Tidak Benar Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy Tewas dalam Serangan Rusia
Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy tewas dalam serangan udara Rusia. Postingan itu beredar di salah satu akun Facebook pada 21 Juni 2026.
Berikut isi unggahannya:
"🚨🚨🚨Rumor beredar:
Zelensky tewas!💥💥DALAM SERANGAN UDARA RUSIA…
Menurut laporan, serangan udara Rusia menargetkan posisi aman di Ukraina, menewaskan Presiden Volodymyr Zelensky. Media Ukraina dilaporkan meliput insiden tersebut."
Lalu benarkah klaim Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy tewas dalam serangan udara Rusia? Simak dalam artikel berikut ini...
2. Cek Fakta: Tidak Benar Tulisan CNN Indonesia Sebut Presiden Zelensky dan Rakyat Ukraina Marah sudah Difitnah dan Direndahkan Jokowi
Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim tulisan CNN Indonesia yang menyebutkan Presiden Zelensky dan Rakyat Ukraina marah sudah difitnah dan direndahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Klaim tulisan CNN Indonesia yang menyebutkan Presiden Zelensky dan Rakyat Ukraina marah sudah difitnah dan direndahkan Jokowi diunggah salah satu akun Facebook, pada 5 Juli 2022.
Unggahan klaim tulisan CNN Indonesia yang menyebutkan Presiden Zelensky dan Rakyat Ukraina marah sudah difitnah dan direndahkan Jokowi menampilkan sebuah tangkapan layar yang terdapat logo CNNIndonesia dan tulisan sebagai berikut.
"PRESIDEN ZELENSKY DAN RAKYAT UKRAINA BANTAH DAN MARAH SUDAH DIFITNAH DAN DIRENDAHKAN JOKOWI
Hasil dari kunjungan Jokowi ke Ukraina dan Rusia untuk misi perdamaian akhirnya berbuntut kecaman dari rakyat Ukraina dan Presiden Zelensky. Pasalnya mereka tidak menitip pesan untuk damai ke Presiden Rusia Vladimir Putin. Karena itu adalah merendahkan diri Bangsa Ukraina. Zelensky katakan: “itu adalah kebohongan besar Jokowi."
Benarkah klaim tulisan CNN Indonesia yang menyebutkan Presiden Zelensky dan Rakyat Ukraina marah sudah difitnah dan direndahkan Jokowi? Simak dalam artikel berikut ini...
3. Cek Fakta: Informasi Pasukan Ukraina Menyandera Dua WNI Tidak Benar
Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi pasukan Ukraina menyandera dua orang warga negara Indonesia (WNI). Kabar tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 15 Maret 2022.
Informasi pasukan Ukraina menyandera dua WNI berupa video berdurasi 2 menit 38 detik, menampilan potongan-potongan video yang didalamnya terdapat tulisan "Ukraina ingin libatkan Indoensia pasukan Ukraina menyadera 2 WNI."
Dalam video tersebut terdapat narasi sebagai berikut:
"Paman putin telah menyetujui tentara bayaran khususnya didatangkan dari Suriah, lebih dari 16 ribu pasukan berani mati akan mendukung Rusia untuk perang di Ukraina, seperti yang dilansir dari Vivamiliter, sikap ini diambil rusia pasca NATO mengabil tindakan dengan mengirimkannya 30 ribu pasukan yang terlatih perang di Timur Tengah.
Selain itu yang jadi pertimbangan Rusia adalah pasca ribuan warga asing disandera oleh kelompok radikal rusia termasuk dua WNI di dalamnya."
Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut:
"Setuju dari tahun 2008 presiden Putin sudah memberikan teguran lewat omongan pada US, tapi tak di indahkan ,, Putin memperingatkan bahwa dunia ini tidak boleh di run oleh satu negara atau satu kelompok saja , dan setelah melewati geswork Ukraina, waktu USSR jatuh dan pecah , kemudian Lithuania dan Latvia di ambil NATO, atau masuk dalam NATO presiden Putin tegas kan tidak mengapa, ambil kata Putin ,,, tapi US serakah jauh jauh hari Putin bilang Ukraina jangan,, ternyata pada 2008 Ukraina dan Georgia di undang NATO , untuk bergabung, setelah putin tahu, US di kasi tau putin Amerika Serikat beverycarefuly,,Dan sekarang di Ukraina tentara nya menembaki warga sipil/ warga nya sendiri karena sebagian warga nya berdiri dengan Rusia,, Di tonton biar tidak gagal paham ya,,"
Benarkah pasukan Ukraina menyandera dua WNI? Simak dalam artikel berikut ini...
Tentang Cek Fakta Liputan6.com
Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.
Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.
Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.
Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.