Bursa saham Asia melemah pada perdagangan saham Selasa (14/1/2014) dengan indeks saham acuan regional turun pertama dalam tiga hari ini. Hal itu seiring bursa saham Amerika Serikat (AS) merosot.
Indeks saham MSCI Asia Pacific melemah 0,5% ke level 140,06 pukul 09.01 waktu Tokyo. Indeks saham Jepang Topix turun 1,5%, saat pasar saham Jepang kembali dibuka setelah libur.
Indeks saham Jepang Nikkei melemah ke level 15.501,50 Sedangkan yen menguat ke level tertinggi dalam tiga minggu terhadap dolar AS.
Indeks saham Korea Selatan Kospi melemah 0,3%. Indeks saham Australia turun 1,1%. Sementara itu, indeks saham Selandia Baru NZX 50 melemah 0,5%.
"Investor mulai mengajukan pertanyaan yang strategi. Memiliki optimisme yang melaju pada 2013 diterjemahkan ke depan pendapatan. Reaksi dari Wall Street semalam menyarankan untuk mengajukan pertanyaan yang nyata," kata Evan Lucar, Market Strategist IG Ltd, seperti dikutip dari Bloomberg.
Aksi korporasi yang terjadi di bursa Asia antara lain, Suntory Holdings Ltd, membeli Bearn Inc sekitar US$ 16 miliar termasuk utang untuk mendapatkan merek seperti Maker's Mark dan menciptakan perusahaan premium terbesar ketiga di dunia.
Investor di Jim Bearn and Canadian Club akan mendapatkan US$ 83,5 per saham secara tunai. Jumlah saham itu, 25% di atas harga saham Bearn pada 10 Januari 2014.
Penutupan Wall Street
Advertisement
Sementara itu, Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada Senin (Selasa pagi WIB) menjelang rilis hasil kinerja perusahaan.
Indeks Dow Jones melemah 179,11 pon atau 1,09% ke level 16.257,94. Indeks S&P 500 melemah 23,17 poin atau 1,26% ke level 1.819,2. Indeks saham Nasdaq melemah 61,36 poin atau 1,47% ke level 4.113,30.
Indeks volatilitas CBOE, yang mengukur kecemasan investor melonjak 9,4% menjadi 13,28. Volume perdagangan saham sekitar 7,1 miliar saham di bursa saham AS dibandingkan dengan rata-rata bulanan sekitar 6,44 miliar saham.
Bursa saham AS memulai awal yang lambat pada 2014 setelah menguat signifikan pada 2013. Rilis laporan keuangan pun memberikan sentimen terhadap bursa saham pada awal pekan ini. Mengingat sejumlah perusahaan telah melaporkan kinerja seperti SodaStream, Lululemon Athletica, Express Inc, dan Aaron.
"Pelaku pasar cenderung menunggu laporan kinerja perusahaan untuk mendapatkan gambaran sedikit ke depan. Fundamental akan mendukung keuntungan di masa depan, di tengah penarikan dana stimulus banksentral secara bertahap," ujar Michael O'Rourke, Chief Market Strategist Jones Trading.
Ia menambahkan, indeks saham telah melonjak pada 2013. Menurut Michael, pelaku pasar tidak perlu menjadi agresif pada 2014 hingga perusahaan telah melaporkan pendapatan.
Saham-saham yang melemah antara lain saham Lululemon turun 16,6% menjadi US$ 49,70. Saham Express Inc melemah 4,6% menjadi US$ 18,15. Saham Aaron turun 6,8% menjadi US$ 27. Sementara itu saham Aaron's anjlok 26% menjadi US$ 36,94. (Ahm/Ndw)