Bahlil Panggil Dirut PGN Bahas Harga Gas Industri

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memanggil Dirut PGN untuk membahas kenaikan harga gas industri setelah mendapat arahan langsung dari Presiden Prabowo.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 25 Juni 2026, 20:45 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. (Liputan6.com/Christian)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memanggil Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara (PGN), Arief Setiawan Handoko, untuk membahas kenaikan harga gas industri yang belakangan menjadi perhatian pemerintah.

Pembahasan tersebut dilakukan setelah Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap persoalan harga gas yang dinilai berdampak pada daya saing industri nasional.

"Pak Arief, habis ini ikut saya. Kita bahas tentang gas untuk industri," kata Bahlil saat meresmikan Mini LNG Plant PT Sumber Aneka Gas di Tuban, Jawa Timur, dikutip dari Antara, Kamis (25/6/2026).

Bahlil mengungkapkan, Presiden Prabowo bahkan sempat menghubunginya secara langsung untuk membahas persoalan tersebut.

"Tadi Pak Presiden telepon saya di jalan soal ini," ujar Bahlil.

Menurutnya, pemerintah akan membahas lebih lanjut implementasi Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) agar pasokan dan harga gas untuk industri tetap kompetitif.

Ia menjelaskan, kondisi harga gas industri di Jawa Timur masih relatif stabil. Namun, kenaikan harga terjadi di sejumlah wilayah lain, seperti Jawa Barat, Banten, Bekasi, dan Jakarta.

Kenaikan tersebut dipicu menurunnya produksi atau lifting gas di kawasan tersebut sehingga memengaruhi pasokan gas melalui jaringan pipa.

 

Pasokan LNG Jadi Penyebab Harga Gas Industri Naik

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS). (Foto: PT Perusahaan Gas Negara Tbk/PGN)

Bahlil menjelaskan, berkurangnya pasokan gas pipa membuat pemerintah dan pelaku usaha harus memanfaatkan Liquefied Natural Gas (LNG) sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan industri.

"Terpaksa kami pakai LNG. Sehingga, harganya memang agak naik. Nah, ini yang kita harus cari jalan tengah untuk mendorong ke sana," kata Bahlil.

Kenaikan harga gas industri sebelumnya juga mendapat perhatian DPR. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan pihaknya siap melakukan mitigasi menyusul laporan adanya potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 50 ribu pekerja di salah satu pabrik keramik di Bekasi, Jawa Barat.

Laporan tersebut disampaikan Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, yang menyebut dalam waktu 7 hingga 10 hari berpotensi terjadi PHK di salah satu pabrik keramik terbesar di Bekasi akibat kenaikan harga gas industri.

Menanggapi kondisi itu, Dasco mengatakan akan berkoordinasi dengan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) untuk mencari solusi atas persoalan harga gas.

"Ya, jadi setelah kontak nanti saya juga sudah janjian dengan perwakilan dari teman-teman serikat pekerja yang terdampak. Kemudian untuk bertemu dengan Dirut Pertamina, mungkin besok, untuk kemudian membicarakan solusi mengenai perusahaan-perusahaan tadi yang mungkin bisa berdampak terhadap 55 ribu karyawan," ujar Dasco.

Pemerintah berharap pembahasan bersama PGN dan berbagai pemangku kepentingan dapat menghasilkan solusi yang menjaga keberlangsungan industri sekaligus melindungi tenaga kerja.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya