PLTP Senilai Rp 6,28 Triliun Mulai Dibangun, Ini Lokasinya

Pembanguna Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng Unit 2 resmi dimulai.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 25 Juni 2026, 16:30 WIB
PT Geo Dipa Energi (Persero) mulai membangun Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng Unit 2.

Liputan6.com, Jakarta - PT Geo Dipa Energi (Persero) mulai membangun Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng Unit 2. Pembangkit energi bersih ini ditargetkan rampung pada Maret 2028 mendatang.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memandang PLTP Dieng Unit 2 dengan daya 55 megawatt (MW) ini mampu menambah kontribusi penyediaan tenaga listrik. Kontribusinya bisa masuk pada upaya untuk mengejar target swasembada energi.

"Pembangunan PLTP Dieng ini sudah kita tunggu-tunggu dan merupakan langkah nyata dari Indonesia, pengembang Indonesia untuk mengembangkan energi panas bumi sebagai salah satu fondasi ketahanan energi nasional," kata Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian ESDM, Eniya Listiyani Dewi dalam sambutan daringnya saat Groundbreaking PLTP Dieng-2, di Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah, Kamis (25/6/2026).

Dia mencatat, kebutuhan daya di Pulau Jawa cukup besar, dan berharap PLTP Dieng-2 bisa memberikan kontribusi. Eniya menjelaskan, pengembangan panas bumi sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan energi bersih sebagai penopang swasembada energi.

"Proyek ini juga merupakan kontribusi yang nyata untuk mendukung Asta Cita Bapak Presiden Republik Indonesia untuk mewujudkan swasembada energi," ujar dia.

"Bahkan kemarin beliau berpidato bahwa ingin berswasembada energi dalam 4-5 tahun ke depan dengan tentunya memanfaatkan sumber daya yang berasal dari domestik, dan tentunya PLTP ini mendorong pertumbuhan ekonomi hijau yang berkelanjutan," imbuh Eniya.

 

Proyek Senilai Rp 6,28 Triliun

Direktur Utama Geo Dipa Energi, Yudistian Yunis.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Geo Dipa Energi, Yudistian Yunis menyampaikan nilai investasi proyek PLTP Dieng-2 ini sebesar US$ 350 juta atau setara Rp 6,28 triliun (asumsi kurs Rp 17.900). Ini mencakup proses konstruksi hingga pengeboran sumur di lokasi tersebut.

"Dieng-2 hari ini itu angkanya sekitar US$ 350 juta, jadi itu mencakup pengeboran sama pembangkit. Kita mengebor sekitar 10 sumur dan ada 12 sumur di Patuha, tapi yang disini kita mengebor 10 sumur, biaya itu plus biaya pembangkit itu sekitar US$ 350 juta," beber Yudistian.

Adapun, proses pembangunannya sudah dimulai sejak Desember 2025 lalu. Rencananya, PLTP Dieng Unit 2 bisa mulai beroperasi atau commercial operation date (COD) pada 28 Maret 2028, sekitar dua tahun mendatang.

"Dengan kapasitas 55 MW tersebut, target operasi pada tahun 2028, proyek ini akan menambah pasokan listrik bersih yang handal sekaligus memperkuat perang panas bumi sebagai salah satu tulang punggung ketahanan energi nasional," terangnya.

Kehadiran PLTP Dieng Unit 2 ini akan menjadikan kapasitas terpasang nantinya menjadi sekitar 100-120 Megawatt (MW) sumber listrik bersih dari kawasan Dieng, Jawa Tengah. Sebelumnya, kapasitas PLTP Dieng Unit 1 sebesar 45-55 MW.

 

Kontraktor Penggarap

Informasi, proyek PLTP Dieng Unit 2 ini akan digarap oleh dia perusahaan dalam joint operation (JO). Yakni, JO PT Timas Suplindo dan PT Rekayasa Engineering (JOTRE).

Proyek yang dimulai perancangan desain aejak 29 Desember 2025 ini bakal dikerjakan selama 820 hari kalender dan rampung dk 28 Maret 2028 mendatang. Lokasi proyek berada di Kecamatan Kejajar, Wonosobo dan Kwcamatan Karangtengah Banjarnegara. Proyek Strategis Nasional (PSN) ini turut mendapat pendanaan dari Asian Development Bank (ADB).

"Kami berkomitmen untuk mengoptimalkan penggunaan tenaga kerja lokal dengan regulasi kontrak minimal 20% dari tenaga kerja. Selain itu terkait pemberdayaan perempuan, sesuai dengan kontrak minimal 20% dari tenaga kerja lokal akan diisi oleh perempuan," ucap Direktur Utama PT Rekayasa Engineering, Donal Silitonga.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya