Data Ekonomi AS Mengecewakan, Bursa AS Ditutup Variatif

Bursa saham Amerika Serikat ditutup bervariasi seiring laporan payrolls lebih melemah dari pe

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 11 Januari 2014, 08:53 WIB

Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup bervariasi pada perdagangan saham Jumat (Sabtu pagi WIB) seiring laporan payrolls lebih melemah dari perkiraan. Hal itu mengangkat pertanyaan-pertanyaan baru mengenai kekuatan ekonomi AS dan agresifitas Bank Sentral AS (The Fed) terhadap penarikan dana stimulusnya.

Indeks Dow Jones melemah 7,71 poin atau 0,05% ke level 16.437,05. Indeks saham S&P 500 menguat 4,24 poin atau 0,23% ke level 1.842,37. Indeks saham Nasdaq naik 18,47 poin atau 0,44% ke level 4.174,66.

Volume perdagangan saham sekitar 6,5 miliar saham di bursa saham AS. Angka ini di atas rata-rata harian sekitar 6,5 miliar sepanjang bulan ini.

Selama pekan ini, indeks saham S&P 500 telah menguat 0,6%. Indeks saham Nasdaq naik 1%. Indeks saham Dow Jones melemah 0,2%.

Saham defensif mencatatkan keuntungan didorong sektor saham utilities dan telekom pada perdagangan saham menjelang akhir pekan ini. Sementara itu, sektor saham keuangan dan energi mencatatkan penurunan tajam.

Rilis data ekonomi mempengaruhi pergerakan indeks saham. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan, ada penerimaan tenaga kerja sekitar 74 ribu pada bulan lalu, angka ini paling kecil sejak Januari 2011.  Jumlah itu di bawah harapan ekonom sekitar 196 ribu.

Sementara itu, laporan pekerjaan menunjukkan melawan tren positif data ketenagakerjaan terbaru termasuk laporan ADP dan klaim pengangguran. Hal itu mungkin dipengaruhi faktor cuaca dingin di AS.

Investor pun terus mengkaji data ekonomi terhadap langkah The Fed selanjutnya. Seberapa cepat bank sentral untu mengurangi penarikan dana stimulusnya.

"Sejak momentum ekonomi yang tampaknya meningkat ada kekhawatiran penarikan dana stimulus akan menjadi lebih agresif sepanjang tahun, dan kekhawatiran ini menjadi berkurang. Orang-orang berharap ini adalah sebuah anomali, dan itu tampaknya sebuah anomal, terkait dengan cuaca. Jika itu sebuah tren maka merupakan ancaman nyata terhadap PDB dan pertumbuhan pendapatan perusahaan," kata Alec Young, seperti dikutip dari laman Reuters, Sabtu (11/1/2014).

Saham-saham yang melemah antara lain saham Sears Holdings Corp turun 13,8% ke level US$ 36,71. Saham Sears turun setelah laporan penjualan ritel turun khususnya di toko Kmart. Saham Target Corp turun 1,1% ke level US$ 62,62. Saham Alcoa Inc melemah 5,4% ke level US$ 10,11 setelah perusahaan melaporkan kerugian kuartalan besar.

"Makro ekonomi telah menjadi selamanya untuk sementara waktu, akan tetapi Washington telah sangat penting, dan pekan depan pendapatan perusahaan akan menjadi sorotan," kata Phil Orlando, Market Strategist Federated Investors. (Ahm)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya