Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri masih menunggu perolehan suara Pemilu Legislatif 2014 sebelum memutuskan nama calon presiden. Meski nama Gubernur DKI Jokowi terus meroket, PDIP tetap menunggu hasil Pileg.
"Ibu (Megawati) sudah bolak-balik bilang, 'Ibu jadi Ketua Umum Partai sudah lebih 20 tahun.' Kalau saya yakin Ibu akan memberikan yang terbaik buat bangsa ini. Dan akan melihat pasar," kata Ketua DPP PDIP Trimedya Panjaitan usai acara HUT ke-41 PDIP di kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (10/1/2014).
Lanjut Anggota Komisi III DPR itu, nantinya PDIP berupaya menjadi partai pengusung capres yang sesuai dengan harapan publik. Mengingat, kata Trimedya, Megawati telah memiliki pengalaman yang cukup matang. "Terutama bagaimana menjalankan ideologi Bung Karno," ujar dia.
Nama Jokowi santer dimunculkan oleh sejumlah lembaga survei. Elektabilitasnya pun kerap ungul di posisi teratas mengalahkan tokoh-tokoh nasional. Bahkan keterpilihan Megawati Soekarnoputri masih di bawah mantan Walikota Solo itu.
Kendati begitu, politisi senior PDIP Panda Nababan menyebut Megawati tak akan lagi maju menjadi calon presiden. Alasannya, kata Panda, Megawati sudah cukup berumur untuk meramaikan bursa calon presiden.
"Mbak Mega mengaku 'saya kan sudah 3 kali kalah, lalu umur saya pada 2014 sudah 67 tahun, saya itu sudah menjadi nenek-nenek'. Jadi wacana mengajukan Mega itu mengadu-domba. Tidak ada wacana Mbak Mega (maju)," kata Panda. (Ism/Yus)
"Ibu (Megawati) sudah bolak-balik bilang, 'Ibu jadi Ketua Umum Partai sudah lebih 20 tahun.' Kalau saya yakin Ibu akan memberikan yang terbaik buat bangsa ini. Dan akan melihat pasar," kata Ketua DPP PDIP Trimedya Panjaitan usai acara HUT ke-41 PDIP di kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (10/1/2014).
Lanjut Anggota Komisi III DPR itu, nantinya PDIP berupaya menjadi partai pengusung capres yang sesuai dengan harapan publik. Mengingat, kata Trimedya, Megawati telah memiliki pengalaman yang cukup matang. "Terutama bagaimana menjalankan ideologi Bung Karno," ujar dia.
Nama Jokowi santer dimunculkan oleh sejumlah lembaga survei. Elektabilitasnya pun kerap ungul di posisi teratas mengalahkan tokoh-tokoh nasional. Bahkan keterpilihan Megawati Soekarnoputri masih di bawah mantan Walikota Solo itu.
Kendati begitu, politisi senior PDIP Panda Nababan menyebut Megawati tak akan lagi maju menjadi calon presiden. Alasannya, kata Panda, Megawati sudah cukup berumur untuk meramaikan bursa calon presiden.
"Mbak Mega mengaku 'saya kan sudah 3 kali kalah, lalu umur saya pada 2014 sudah 67 tahun, saya itu sudah menjadi nenek-nenek'. Jadi wacana mengajukan Mega itu mengadu-domba. Tidak ada wacana Mbak Mega (maju)," kata Panda. (Ism/Yus)