Liputan6.com, Jakarta - Pendiri BitMEX Arthur Hayes memprediksi bitcoin (BTC) akan mencapai titik terendah di kisaran US$ 40.000 atau Rp 715,70 juta (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.890) dalam enam bulan ke depan. Hal itu sebuah prediksi yang dibuat salah satu pendiri BitMEX meski posisi inti tetap besar dan bersifat beli.
Mengutip Yahoo Finance, Rabu (24/6/2026), harga bitcoin diperdagangkan sekitar US$ 62.278 atau Rp 1,11 miliar pada Selasa pekan ini. Harga bitcoin turun sekitar 3% dalam 24 jam terakhir dan terkunci dalam kisaran yang telah dipertahankan selama beberapa minggu.
Advertisement
Pergerakan harga bitcoin menuju target Hayes adalah penurunan 35% di bawah harga saat ini.
Hayes menuturkan, prediksi dilontarkan saat wawancara dengan konten kreator EllioTrades pada 12 Juni. Ia memegang put spread sebagai lindung nilai, sementara portofolio jangka panjang tetap besar dan sepenuhnya beli dalam jangka panjang.
Target US$ 40.000 akan menandai penurunan tajam, dan menambah serangkaian prediksi terbaru dari Hayes, termasuk target bitcoin akhir tahun yang lebih bullish. Namun, kesediaan untuk lindung nilai menandakan kehati-hatian untuk beberapa bulan ke depan.
“Saya akan tetap berpegang pada target saya. Jika saya salah, tidak masalah. Saya tetap memegang posisi beli, saya tetap senang apapun hasilnya,” kata Hayes.
Aksi Beli Strategy
Bitcoin sempat pulih pada awal pekan ini, dan pembelian oleh MicroStrategy kembali membantu bitcoin ke US$ 65.000 atau Rp 1,16 miliar. Perusahaan menambahkan 520 BTC, dan meningkatkan cadangan kas US$ 300 juta atau Rp 5,36 triliun menjadi US$ 1,4 miliar atau Rp 25,04 triliun. Hal itu memperpanjang cakupan dividen hampir 10 bulan.
Analis di QCP mengindikasikan, pembelian tersebut kemungkinan besar dilakukan melalui program saham at-the-market yang bersifat dilutif. Meskipun demikian, investor merasa nyaman dengan pemulihan likuiditas, dan saham preferen STRC perusahaan pulih di atas US$ 90.
“BTC kemungkinan akan membutuhkan gabungan katalis positif untuk secara tegas keluar dari kisaran saat ini," kata analis.
Sentimen The Fed
Namun, akumulasi tersebut memiliki batasan. Wintermute mengatakan MicroStrategy terus membeli dengan kecepatan lebih lambat karena biaya pendanaan meningkat.
Ia menambahkan, dua pembeli struktural terbesar, dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) dan Strategy, sekarang memberikan permintaan marginal yang lebih rendah daripada sebelumnya.
Fed yang Tegas Terus Menekan Bitcoin
Hambatan terbesar datang dari Federal Reserve. Para pembuat kebijakan mempertahankan suku bunga acuan antara 3,50% dan 3,75%.
Mereka juga menghilangkan bias pelonggaran dan memiringkan plot titik ke arah kenaikan, menaikkan proyeksi suku bunga median 2026 menjadi 3,8% dari 3,4% pada Maret.
Pergeseran itu dengan cepat mengubah ekspektasi. Pasar sekarang memperkirakan peluang kenaikan suku bunga Desember mendekati 37%, naik dari sekitar 24% sebulan sebelumnya, menurut Wintermute. Sebagian besar pembuat kebijakan, 17 dari 18, sekarang melihat risiko inflasi condong ke atas.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Minat terhadap Bitcoin Merosot, Pencarian Google Sentuh Level Terendah
Sebelumnya, minat pelaku pasar terhadap bitcoin (BTC) semakin memudar. Hal ini juga ditunjukkan dari pencarian Google untuk bitcoin (BTC) mencapai level terendah sejak Juni 2025.
Mengutip Yahoo Finance, ditulis Rabu (24/6/2026), data terbaru dari Google Trends menunjukkan selama satu tahun terakhir, pencarian di seluruh dunia untuk kata “bitcoin” mencapai level tertinggi pada 1-8 Februari 2026. Saat itu, kripto kapitalisasi pasar terbesar itu turun tajam dari US$ 78.000 atau Rp 1,39 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.850) menjadi US$ 63.000 atau Rp 1,12 miliar.
Pada 14-21 Juni, minat pencarian telah turun hingga hanya 29% dari popularitas puncak. Angka ini sama dengan periode 29 Juni-6 Juli 2025.
Sejauh menyangkut sentimen investor kripto, merekat takut dengan kondisi pasar saat ini. Indeks ketakutan dan keserakahan kripto CoinGlass saat ini berada di angka 21, menunjukkan sentimen “ketakutan”. Indeks itu seringkali jatuh ke wilayah “ketakutan ekstrem” beberapa kali selama beberapa bulan terakhir, mencerminkan sentimen bearish yang lazim di kalangan pelaku pasar kripto.
Hal ini tak lepas dari pasar kripto yang turun tajam selama delapan bulan terakhir pada 10 Oktober 2025. Bitcoin yang mencapai harga tertinggi sepanjang sebesar US$ 126.080 atau Rp 2,25 miliar, hanya beberapa hari sebelum penurunan tersebut, saat ini diperdagangkan hampir 50% lebih rendah.
Bahkan, kripto ini gagal mencapai US$ 85.000 atau Rp 1,51 miliar selama tiga bulan terakhir. Selain penurunan tajam pada Oktober tahun lalu, penjualan mendadak 32 bitcoin oleh Michael Saylor bulan lalu dan minat investor pada penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) SpaceX milik Elon Musk juga berkontribusi terhadap musim dingin kripto.