Dampak Parah Banjir Rob di Pati

BNPB Turun Tangan Atasi Tanggul Laut Jebol Pemicu Pemukiman Warga Pati Terendam Banjir

oleh Arief PramonoDiterbitkan 24 Juni 2026, 07:14 WIB
Banjir rob di Pati

Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dampak banjir rob di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Bencana ini bukan baru. Di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Pati, banjir rob telah terjadi beberapa tahun. Namun kondisi pesisir Pati semakin parah setelah jebolnya beberapa tanggul. Puncaknya adalah ketika air laut naik hingga membanjiri daratan di hari Sabtu (20/6/2026) sekira pukul 16.25 WIB.

"Kenaikan permukaan air laut yang disertai runtuhnya struktur tanggul penahan rob, menyebabkan genangan di kawasan permukiman warga dan area tambak di sekitarnya," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Selasa (23/6/2026).

Berdasarkan hasil kaji cepat yang dilakukan BNPB, genangan rob saat ini terkonsentrasi di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu. Sedangkan jumlah warga terdampak mencapai 127 kepala keluarga (KK).

Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB juga mencatat sebanyak 73 rumah warga terendam. Selain itu, sekitar 85 hektare lahan tambak produktif tergenang air laut.

Dampak banjir rob lainnya di Desa Tunggulaari, merendam akses jalan desa sepanjang kurang lebih 2,3 kilometer. Aktivitas warga desa juga sempat terganggu akibat limpasan rob.

Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati telah menyalurkan bantuan logistik darurat. Kemudian mengalokasikan anggaran stimulus Rp 60 juta untuk penanganan awal kerusakan tanggul laut.

Upaya penanganan banjir rob yang nyaris menenggelamkan pemukiman warga Desa Tunggulsari, juga diperkuat melalui dukungan material geotekstil dari BPBD Provinsi Jawa Tengah.

Pihak BPBD Jateng melakukan perbaikan sementara bagian tanggul yang ambrol. Caranya dengan memasang karung berisi tanah atau sandbag di titik rawan. Serta pemasangan waring sebagai penanda batas area tambak.

BNPB juga memastikan genangan air laut di Desa Tunggulsari mulai berangsur surut. Selain itu, tidak ada warga desa setempat yang mengungsi.

Namun, Pemkab Pati tetap menyiagakan balai desa dan Poliklinik Desa (Polindes) sebagai lokasi evakuasi sementara mengantisipasi potensi pasang susulan.

Di lain tempat, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra telah meminta jajarannya mempersiapkan langkah mitigas. Yakni mempersiapkan pos pengungsian di beberapa titik, meski saat ini belum ada satupun warga yang ingin mengungsi.

“Tadi kita cek bersama, mitigasi sudah berjalan. Pos Pengungsian sudah siap, berikut kebutuhan pangan warga. Namun sampai saat ini belum warga yang mengungsi”, tukas Chandra.

Asisten Setda Jateng bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Jateng, Urip Sihabudin menambahkan, kondisi banjir rob kian diperparah ada tanggul yang jebol di empat lokasi, ada yang tanggul sungai, ada juga tanggul bibir pantai.

"Total panjang 450 meter, perbaikan ini yang akan kita kebut”, terang Urip Sihabudin di lokasi banjir, Senin (22/6/2026).

Urip menyebut bahwa saat ini penanganan banjir rob yang sudah dilakukan dan menjadi prioritas utama, adalah bantuan pangan dan kesehatan untuk warga terdampak.

Sedangkan untuk perbaikan infrastruktur fisik, kata Urip, BPBD Jateng telah mengirimkan sejumlah material untuk membuat tanggul sementara.

Menurut Urip, material itu berupa karung tanah dan pemasangan waring di batas tambak. Selain itu, menyiapkan perahu mitigasi dan pos pengungsian serta posko kesehatan di desa setempat.

 

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya