[VIDEO] Awas, Buaya Melompat ke Arah Kapal Turis di Australia

Aksi tur Sungai Adelaide di Australia memberikan para pesertanya sebuah kejutan yang tak terlupakan. Buaya meloncat ke arah kapal mereka.

oleh TanDiterbitkan 07 Januari 2014, 12:28 WIB
Aksi tur Sungai Adelaide di Australia memberikan para pesertanya sebuah kejutan yang tak terlupakan. Sebab, salah satu penghuni sungai yang merupakan rumah para buaya itu melompat ke arah kapal.

Ya, seekor buaya berukuran sedang itu melompat ke arah pemandu tur yang diyakini berasal dari Darwin. Hampir saja lengan si pemandu tur dilahap binatang reptil itu.

Seperti dilansir Liputan6.com dari video yang dimuat di News.com.au, Selasa (7/1/2014), buaya itu tiba-tiba melompat dari dalam sungai keruh. Spontan, para turis di dalamnya pun berteriak, menjerit ketakutan. Antara syok dan terpesona. Namun setelahnya mereka bertepuk tangan, beberapa di antara mengelus dada masih merasakan kaget.

"Perlu diingat, tidak boleh ada lengan keluar dari sisi kapal," kata pemandu wisata itu dengan santai. Padahal ia hampir kehilangan anggota tubuhnya dilahap si reptil penghuni sungai itu.

Sejauh ini, identitas si pemandu tur belum diketahui karena perusahaan jasa pemandu wisatanya belum dapat dipastikan.

Melihat kejadian itu, ahli buaya Grahame Webb pun buka suara. Menurutnya, wisata buaya loncat atau jumping crocodile itu telah dijalani di Sungai Adelaide pada tahun 1975. "Wisata itu telah berjalan selama hampir 40 tahun, tanpa ada kecelakaan serius yang saya tahu," kata Graham.

"Bukan berarti di sana tidak bisa terjadi kecelakaan, tetapi para pekerjanya dapat mengelola dengan baik bisnis itu karena mereka sudah melakukannya selama bertahun-tahun," kata dia.

Graham akui, sulit untuk mengatakan wisata itu berisiko tinggi. Meskipun keselamatan operator terkelola dengan baik dan benar-benar terbukti dari waktu ke waktu. Atas dasar itulah, Graham menilai resiko besar wisata jumping crocodile itu sejauh ini aman dilakukan.

"Saya tidak tahu apa yang salah, risiko wisata itu sama saja dengan berdiri di jalan setapak dan menunggu apa yang terjadi. Malah lebih banyak orang yang terluka karena bermain sepak bola," jelas Graham.

Menurut dia, para pemandu telah melakukan ini selama 40 tahun di beberapa sungai setiap hari. Hasilnya, tidak ada luka serius.  Kendati demikian, sambung Graham, segala tindakan yang berkaitan dengan hewan memang memiliki pro-kontra dengan para pecinta binatang.

"Saya tidak berpikir ada masalah dengan turis, sudah ada ratusan ribu dari mereka di kapal pesiar untuk menikmati wisata itu selama bertahun-tahun," ungkapnya.

"Setiap kali seseorang ingin melakukan sesuatu dengan binatang, ada kecaman dari orang-orang yang peduli dengan hak-hak binatang. Tetapi dalam kenyataannya, sebenarnya wisata itu tidak sama sekali menyakiti buaya, orang lain, operator atau pun wisatawan. Jadi mengapa ada orang yang ingin menghentikan wisata itui?" tukas Graham. (Tnt/Ism)

Lihat juga:

Ngeri, Buaya 300 Kg Ditangkap Warga
[VIDEO] Ngeri! Banjir Acapulco Lepaskan Buaya Besar ke Pemukiman
Waspada Krokodil! Narkoba Rusia `Pemakan` Kulit dan Daging

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya