Holyfield: Homoseksual itu Tidak Normal

Mantan petinju kelas berat dunia Evander Holyfield berpendapat homoseksual itu tidak normal. Pernyataan tersebut dikecam kalangan gay.

oleh Vincent Hakim RoosadhyDiterbitkan 06 Januari 2014, 15:40 WIB
Holyfield: Homoseksual itu Tidak Normal

Dalam sebuah wawancara, mantan juara tinju kelas berat dunia Evander Holyfield mengungkapkan pandangannya tentang homoseksualitas di dunia tinju. Menurut Holyfield homoseksualitas adalah 'penyakit'. Kontan saja, pendapatnya tersebut membuat sejumlah kalangan merah telinga. Seperti diberitakan TMZSport Minggu 5 Januari 2014 petinju berusia 51 tahun itu menjawab sebuah pertanyaan bintang reality show Luisa Zissman dalam suatu acara Selebritas Inggris Big Brother: Apakah ada petinju gay?Jawaban Holyfield, sosok yang dikenal sebagai pemeluk Kristen yang taat itu, menyatakan bahwa homoseksualitas itu tidak normal, tak ubahnya seperti orang cacat atau penyakit yang bisa disembuhkan oleh dokter. Holyfield kemudian mengutip sebuah ayat dalam Alkitab dan mengatakan bahwa homoseksualitas bukanlah pilihan hidup. Luiza Zissman tampaknya tak sependapat dengan petinju kelas berat kelahiran 19 Oktober 1962 di Atmore, Alabama, Amerika Serikat itu. Pandangan Holyfield itu rupanya kemudian dianggap 'tak pantas' dan bukan mewakili pendapat umum. Sang mantan petinju itu pun menyadari bahwa komentarnya dinilai ofensif. Holyfield tak pernah meminta maaf atas pendapatnya tersebut.  Mendengar pendapat Holyfield tersebut penyanyi Inggris Boy George merasa sakit hati. Boy George melalui akun twitter pribadinya, seperti ditulis The Mirror Senin (6/1/2014) mengatakan bahwa dirinya malu telah mengagumi Holyfield yang selama ini dinilainya sebagai orang yang bermartabat, keren, pintar, dan raksasa. Pelantun tembang Karma Chameleon yang amat terkenal di era 1980-an itu juga mengungkapkan bahwa Holyfield harus berhati-hati bicara, apalagi di Inggris. Boy George dikenal sebagai penyanyi gay populer yang gemar bersolek dan berpenampilan kemayu ala perempuan."Saya pikir, siapa pun yang mengunjungi negara ini untuk alasan apa pun harus berhati-hati dan harus dipaksa bersumpah setia kepada ratu dan negara. Itu harus ditambahkan di kantor imigrasi," ujar penyanyi berusia 52 tahun ini dengan nada geram. Baca Juga:[VIDEO] Usai Cetak Gol, 'Messi' Meninggal di LapanganLiverpool Tiba di Yogyakarta Sore iniIni Kisah Saksi Mata Kecelakaan SchumacherKisah Mike Tyson: Panggil Aku Malik Abdul Aziz [4]

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya