Liputan6.com, Jakarta - PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mencatatkan rekor kinerja keuangan dan operasional tertinggi sepanjang sejarah perusahaan pada tahun buku 2025.
Corporate Secretary PT Inalum, Mahyaruddin A. R. mengatakan capaian tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang membukukan kinerja keuangan terkuat sepanjang 50 tahun berdirinya perusahaan.
Advertisement
"Pendapatan perseroan tumbuh 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya, ditopang peningkatan volume penjualan serta harga jual komoditas yang lebih baik," kata dia dikutip dari Antara, Senin (22/6/2026).
sementara itu, laba bersih konsolidasian meningkat 15 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), sementara EBITDA tumbuh 17 persen.
Di sisi operasional, Inalum juga mencatat rekor produksi dan penjualan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Produksi aluminium mencapai 280.082 metrik ton atau meningkat sekitar dua persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, volume penjualan tercatat sebesar 280.141 metrik ton atau naik sekitar satu persen secara tahunan, lanjutnya.
Capaian operasional tersebut didukung oleh penyelesaian Proyek Pot Upgrading yang meningkatkan kapasitas produksi terpasang menjadi sekitar 274.000 ton per tahun. Peningkatan kapasitas dilakukan melalui modernisasi teknologi tungku reduksi dengan arus 235 kA pada 170 tungku di Potline 2.
Kinerja perusahaan turut tercermin dari aspek tata kelola dan kesehatan korporasi. Inalum memperoleh Tingkat Kesehatan kategori "AA" dengan klasifikasi "Sehat", didukung final rating idAA-/Stable dan standalone rating idA+(sa) dari PEFINDO.
Pencapaian Key Performance Indicators (KPI) Kolegial Tahun 2025 tercatat sebesar 85,54 persen, sementara Peringkat Komposit Risiko berada pada level 2.
Pada aspek penerapan Good Corporate Governance (GCG), tingkat pengadopsian prinsip ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) diproyeksikan meningkat menjadi 87,54 persen pada tahun buku 2025, dari 81,01 persen pada tahun sebelumnya, seiring implementasi seluruh rekomendasi perbaikan yang telah dijalankan perusahaan.
Perubahan Susunan Pengurus Perseroan
Dalam RUPST Tahun Buku 2025, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi yang baru diharapkan mampu melanjutkan momentum pertumbuhan perusahaan, memperkuat hilirisasi aluminium nasional, serta meningkatkan kontribusi berkelanjutan bagi negara.
Adapun susunan Dewan Komisaris terdiri atas Musa Bangun sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen, Indra Simarta, Ali Said, dan Kardwiyana Ukar sebagai Komisaris, serta Hari Soebagijo sebagai Komisaris Independen.
Sementara itu, jajaran Direksi terdiri atas Melati Sarnita sebagai Direktur Utama, Ken Permana sebagai Direktur Keuangan, Ivan Ermisyam sebagai Direktur Operasi, Arif Haendra sebagai Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha, dan Komersial, serta Kemal Sudiro sebagai Direktur Sumber Daya Manusia dan Transformasi Bisnis.