Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan kenaikan pada awal sesi perdagangan saham Senin, (22/6/2026). Awal sesi, IHSG kembali ke posisi 6.200 dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menguat ke 17.794.
Mengutip data RTI, IHSG dibuka naik 0,65% menjadi 6.217,04. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG masih bertahan di zona hijau. IHSG menguat 0,50% ke 6.207. Saat dipantau pukul 09.02 WIB, IHSG berbalik arah melemah, kemudian kembali ke zona hijau. IHSG naik 0,41% ke 6.202 saat dipantau pukul 09.09 WIB.
Advertisement
Indeks saham LQ45 turun 0,11% menjadi 608. Sebagian besar indeks saham acuan memerah.
Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.226,71 dan level terendah 6.156,34. Sebanyak 221 saham melemah sehingga bebani IHSG. 261 saham mengaut. 206 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 126.065 kali dengan volume perdagangan saham 1,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 1,1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.805.
Sektor saham bervariasi pada awal sesi perdagangan. Sektor saham infrastruktur melonjak 2,57%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham energi mendaki 0,81%, sektor saham consumer nonsiklikal menanjak 0,40%, sektor saham kesehatan mendaki 0,24%, dan sektor saham teknologi melonjak 0,71%.
Sementara itu, sektor saham basic turun 0,28%, sektor saham industri merosot 0,99%, sektor saham consumer siklikal tergelincir 0,10%. Lalu sektor saham keuangan terpangkas 0,37%, sektor saham properti melemah 0,10%, sektor saham transportasi turun 0,34%.
Harga saham TPIA melemah 1,46% menjadi Rp 2.030 per saham. Harga saham TPIA dibuka naik 10 poin menjadi Rp 2.070 per saham. Harga saham TPIA berada di level tertinggi Rp 2.080 dan terendah Rp 1.995 per saham. Total frekuensi perdagangan 7.140 kali. Sedangkan volume perdagangan saham 473.331 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 96,2 miliar.
Prediksi IHSG
Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang naik pada perdagangan saham Senin, 22 Juni 2026. IHSG hari ini akan menguji 6.328-6.545. Lalu bagaimana rekomendasi saham-nya?
IHSG naik 0,08% menjadi 6.177, dan disertai dengan munculnya volume pembelian pada perdagangan Jumat, 19 Juni 2026. Pada timeframe weekly, IHSG menguat 2,82% dan masih didominasi oleh volume pembelian meskipun mengecil.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi IHSG diperkirakan masih berada pada bagian dari wave [iv] dan wave 3 dari wave c. “Hal tersebut berarti, IHSG masih berpeluang menguat untuk menguji 6.328-6.545. Namun demikian, cermati area koreksi terdekat pada rentang 6.127-6.161,” kata dia.
Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 5.784,5.594 dan level resistance 6.286,6.459 pada Senin pekan ini.
Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan resistance 6.170-6.400. “Potensi koreksi menghantui pergerakan pasar hari ini,” demikian seperti dikutip.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), dan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA).
Sedangkan Herditya memilih saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA), dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM).
Rekomendasi Teknikal
Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:
1.PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) - Buy on Weakness
Saham BUVA menguat 2,35% ke 870 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian. “Kami memperkirakan, posisi BUVA saat ini sedang berada di akhir wave A dari wave (A),” kata dia.
Buy on Weakness: 710-820
Target Price: 1.115, 1.215
Stoploss: below 685
2.PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) - Buy on Weakness
Saham EMAS menguat 3,17% ke 7.325 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian, pergerakannya pun masih mampu berada di atas MA20. “Kami perkirakan, posisi EMAS saat ini berada pada bagian awal dari wave [C] dari wave {B},” ujar dia.
Buy on Weakness: 7.125-7.300
Target Price: 7.975, 8.475
Stoploss: below 7.000
Rekomendasi Teknikal Lainnya
3.PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA) - Buy on Weakness
Saham ESSA terkoreksi 1,54% ke 640 dan didominasi oleh tekanan jual, meskipun volume cenderung turun, tetapi pergerakannya berada di bawah MA20. “Saat ini, posisi ESSA diperkirakan sedang berada pada bagian awal dari wave (B) dari wave [Y],” kata dia.
Buy on Weakness: 605-630
Target Price: 710, 765
Stoploss: below 585
4.PT Gudang Garam Tbk (GGRM) - Trading Buy
Saham GGRM menguat 5,89% ke 16.625 dan disertai dengan tingginya volume pembelian, pergerakan GGRM pun mampu berada di atas moving average (MA) harian 20. “Kami perkirakan, posisi GGRM saat ini membentuk bagian dari wave D dari wave (B) pada pola triangle,” tutur dia.
Trading Buy: 16.125-16.575
Target Price: 17.125, 17.300
Stoploss: below 15.750