Bos Buruh Mau Hubungi Nike Buat Cegah PHK 4.000 Karyawan Pabrik

Presiden KSPI Said Iqbal menyampaikan sejumlah langkah untuk mencegah PHK terhadap buruh di produsen sepatu.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 21 Juni 2026, 20:44 WIB
Presiden KSPI, Said Iqbal saat konferensi pers daring, Minggu (21/6/2026). (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mau menghubungi langsung manajemen Nike buat cegah pemutusan hubungan kerja (PHK) ribuan buruh di Tanah Air. Dia bakal meminta pesanan produk Nike ke pabrik di Indonesia dapat dilanjutkan.

Dia mencatat, ada potensi PHK terhatap 4.000 buruh PT Feng Tay di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Perusahaan tersebut merupakan pabrik produsen sepatu dengan merek Nike, langkah menghubungi manajemen Nike itu menurut dia bisa ditempuh untuk menjamin kepastian.

"Agar tidak terjadi PHK 4.000 buruh ini, saya bisa membuat surat langsung ke manajemen PT Nike, saya punya jalur melalui Industri ALL (Global Union) organisasi serikat buruh dunia. Kita akan meyakinkan PT Nike order-nya jangan dikurangi, harus, kalau bisa, tetap diperpanjang," ujar Iqbal dalam konferensi pers daring, Minggu (21/6/2026).

Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh ini juga meminta pemerintah dan serikat buruh untuk menyurati Nike demi menjamin kepastian proyek ke PT Feng Tay tadi. Lantaran, perusahaan saat ini masih menunggu pesanan dari Nike, serta menunggu bahan baku sepatu yang terganggu imbas perang Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.

Selain menghubungi manajemen Nike, Said Iqbal bakal melapor Presiden Prabowo Subianto, untuk mendiskusikan kemungkinan relaksasi pajak bagi PT Feng Tay. "Misalnya, yang tadinya hanya ada 2 shift, mungkin dengan relaksasi pajak, ongkos produksi turun, maka akan bisa jadi 3 shift, kalau dia 3 shift, 4.000 karyawan ini bisa kerja," tutur dia.

Dia juga ingin memastikan hak-hak karyawan, termasuk yang dirumahkan tadi, tetap terjaga utuh. "Saya mau periksa, karena ada informasi yang dirumahkan 4.000 karyawan ini, hanya dibayar upah 50 persen, ini enggak boleh," tegas Said Iqbal.

Ribuan Buruh Terancam PHK

Presiden KSPI, Said Iqbal saat konferensi pers daring, Minggu (21/6/2026). (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mencatat ada potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan buruh. Perusahaan pengolah bahan baku kertas, produsen alas kaki sepatu, hingga komponen otomotif beepotensi mengurangi pekerjanya.

Presiden KSPI, Said Iqbal mengungkapkan setidaknya ada potensi PHK dari empat perusahaan di Tanah Air. Keempatnya tersebar di Pulau Jawa, salah satunya ada pontensi PHK terhadap 2.500 karyawan PT Pabrik Kertas Indonesia (Pakerin).

"Ditemukan ada potensi ancaman 2.500 pekerja akan di PHK, 2.500 pekerja akan di PHK. PT Pakerin ini bubur kayu untuk produksi kertas, perusahaan besar, raksasa dia, dia perusahaan raksasa di Mojokerto," kata Said Iqbal dalam konferensi pers daring, Minggu (21/6/2026).

Produksi Terhambat Modal Kerja

Sebabnya, simpanan modal kerja sekitar Rp 800 miliar hingga Rp 1 triliun milik PT Pakerin tertahan karena operasional Bank Prima dihentikan. Iqbal bilang, modal kerja perusahaan tersendat karen belum kembalinya simpanan dana di bank perekonomian rakyat (BPR) Prima Master Bank.

"Bank Prima-nya dilikuidasi akibat operasional tidak sanggup lagi oleh OJK. Karena dia dilikuidasi makanya diambil alih oleh LPS, sengan demikian uang PT Pakerin, Rp 800 miliar sampai Rp 1 triliun itu diperkirakan, ya otomatis dibawah pengawasan OJK. Akibatnya apa? Ya produksi enggak bisa jalan, karena itu kan modal kerja yang berputar," beber Iqbal.

Ada dua opsi yang menurut dia, bisa dijalankan. Yakni, mengembalikan dana untuk operasional perusahaan dan tidak PHK, atau mengalokasikan dana untuk membayar pesangon terhadap buruh jika dipilih PHK. Keduanya masih jadi bahan diskusi Said Iqbal.

Potensi PHK Pabrik Sepatu

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh ini mengungkap potensi lain PHK terhadap 4.000 buruh di PT Feng Tay Indonesia Enterprises di Kabupaten Bandung. Isu keterbatasan bahan baku hingga berkurangnya pesanan menjadi alasan potensi PHK tersebut.

"Karyawannya saya mau cek apakah 14.000 atau 17.000. Saya mau cek juga apakah benar ada 4.000 karyawan yang akan dirumahkan. Ini kalau dirumahkan, potensi PHK-nya besar," tegas dia.

Iqbal menerangkan, PT Feng Tay merupakan produsen sepatu untuk merek Nike. Belakangan, berembus kabar kalau pesanan Nike ke PT Feng Tay berhenti. Kabar lainnya, bahan baku sepatu terhambat imbas ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

"Order berikut ini belum ada kepastian. Sehingga 4 ribu karyawan yang orderannya sudah selesai memproduksi sepatu Nike ini dirumahkan. Tapi ada juga informasi yang mengatakan ada keterlambatan bahan baku untuk membuat sepatu Nike-nya," jelas dia.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya