Pianis Taiwan Puji Antusiasme Penikmat Musik Klasik Indonesia

Pianis Taiwan Rueibin Chen gelar pertunjukan di Aula Simfonia, Jakarta.

oleh Erin Rahayu PutriDiterbitkan 20 Juni 2026, 23:12 WIB
Pianis konser internasional asal Taiwan, Rueibin Chen, usai tampil membawakan karya Johannes Brahms dalam konser bersama Jakarta Concert Orchestra di Aula Simfonia Jakarta, Sabtu (20/6/2026).

Liputan6.com, Jakarta - Pianis internasional asal Taiwan, Rueibin Chen, mengaku terkesan dengan antusiasme dan apresiasi penonton Indonesia terhadap musik klasik.

Usai membawakan Piano Concerto No. 1 karya Johannes Brahms bersama Jakarta Concert Orchestra di Aula Simfonia Jakarta, Sabtu (20/6/2026), Chen menilai kualitas audiens Indonesia tidak kalah dengan penonton di Eropa, bahkan lebih baik dibandingkan sejumlah negara yang pernah ia kunjungi.

Menurut Chen, salah satu hal yang paling berkesan baginya adalah kemampuan penonton Indonesia menikmati karya musik klasik berdurasi panjang dengan penuh konsentrasi.

"Saya tidak merasakan perbedaan antara penonton di Indonesia dan Eropa. Penonton di sini sangat menghargai musik. Mereka sangat tenang, sangat fokus, dan benar-benar mendengarkan setiap bagian pertunjukan," ujar Chen dalam sesi doorstop seusai konser.

Ia mengatakan, membawakan karya Brahms bukan sekadar tampil memainkan piano, melainkan membangun komunikasi dengan penonton melalui musik. Karena itu, respons audiens menjadi bagian penting dalam setiap penampilannya.

"Saat saya berada di atas panggung, saya seperti menjalani kehidupan yang berbeda. Ini bukan hanya sebuah pertunjukan, tetapi percakapan dengan penonton melalui musik," katanya.

Chen mengakui Piano Concerto No. 1 merupakan salah satu repertoar paling menantang bagi seorang pianis. Selain berdurasi panjang, komposisi tersebut memiliki karakter simfonis yang menuntut pianis menyatu dengan keseluruhan permainan orkestra.

"Ini bukan hanya tentang piano. Saya harus memperhatikan seluruh orkestra, mulai dari melodi, perkusi, hingga setiap detail musik. Seolah-olah satu piano harus menyatu dengan lebih dari 80 pemain orkestra," jelasnya.

Meski dikenal sebagai salah satu karya klasik yang kompleks, Chen berharap masyarakat Indonesia semakin akrab dengan musik klasik. Menurutnya, karya-karya besar seperti ciptaan Brahms dapat dinikmati oleh siapa saja apabila didengarkan dengan terbuka dan penuh perhatian.

Ia menilai apresiasi yang ditunjukkan penonton Indonesia menjadi bukti bahwa musik klasik memiliki tempat tersendiri di Tanah Air.

"Saya sangat terkejut melihat penonton di sini begitu serius, berkonsentrasi, dan benar-benar menikmati konser. Itu pengalaman yang sangat berkesan bagi saya," tutup Chen.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya