Liputan6.com, Beirut - Sedikitnya 16 orang tewas dan 12 lainnya luka-luka dalam serangan Israel di wilayah Nabatieh, Lebanon selatan, pada Sabtu (20/6/2026), menurut Badan Pertahanan Sipil Lebanon.
Melalui unggahan di Facebook, lembaga tersebut menyatakan tim penyelamat telah mengevakuasi para korban luka ke rumah sakit serta memindahkan 47 warga lainnya ke lokasi yang lebih aman.
Advertisement
Serangan itu terjadi di tengah kesepakatan gencatan senjata terbaru antara Israel dan kelompok Hizbullah yang diumumkan sehari sebelumnya. Namun, media pemerintah Lebanon melaporkan militer Israel tetap melancarkan serangkaian serangan udara di sejumlah wilayah Lebanon selatan sejak Sabtu dini hari.
Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan pesawat tempur Israel menggempur kawasan Nabatieh al-Fawqa tak lama setelah tengah malam. Beberapa jam kemudian, serangan di kota Arabsalim menewaskan tiga orang.
Selain itu, serangan drone di kota Deir al-Zahrani dan Doueir dilaporkan menewaskan dua orang lainnya, dikutip dari laman Euro News, Sabtu (20/6).
Tentara Lebanon menyatakan salah satu korban tewas dalam serangan tersebut adalah prajurit bernama Jameel Nahhal.
Gelombang serangan terbaru itu terjadi kurang dari 24 jam setelah pejabat Amerika Serikat mengumumkan bahwa Israel dan Hizbullah yang didukung Iran telah menyepakati pembaruan gencatan senjata.
Meski demikian, ketegangan di perbatasan kedua negara belum mereda. Bentrokan antara Israel dan Hizbullah masih terjadi sejak Kamis malam hingga Jumat, memicu kekhawatiran terhadap keberlangsungan kesepakatan gencatan senjata yang juga terkait dengan upaya diplomatik Amerika Serikat dan Iran.
Pada Jumat, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir melontarkan pernyataan keras setelah militer Israel melaporkan empat tentaranya tewas di Lebanon selatan.
“Seluruh Lebanon harus terbakar,” tulis Ben-Gvir di media sosial.
Ia juga menyatakan bahwa “untuk setiap air mata seorang ibu Israel, seribu ibu Lebanon harus menangis.”
Militer Israel sebelumnya mengatakan empat tentaranya tewas akibat ledakan drone di Lebanon selatan. Insiden yang sama juga menyebabkan seorang perwira cadangan mengalami luka-luka, sementara empat tentara lainnya menderita luka ringan.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan telah melancarkan serangan di berbagai wilayah Lebanon selatan pada Kamis malam dengan sasaran yang disebut sebagai anggota serta infrastruktur Hizbullah.