Apakah Smartwatch Bisa Berfungsi Jika Ada Tato di Pergelangan Tangan?

Sejumlah pengguna bertanya-tanya, apakah smartwatch bisa berfungsi dengan baik jika ada tato di pergelangan tangan? Cek jawaban detailnya di sini.

oleh IskandarDiterbitkan 21 Juni 2026, 06:09 WIB
Huawei Watch Fit 5 Pro. Liputan6.com/Ady Anugrahadi

Liputan6.com, Jakarta - Bagi sebagian orang, merogoh kocek jutaan rupiah demi sebuah smartwatch (jam tangan pintar) atau fitness tracker (pelacak kebugaran) mutakhir adalah investasi kesehatan yang sepadan.

Namun, bayangkan jika setelah membelinya, perangkat canggih tersebut justru mogok berfungsi hanya karena satu hal: tato di pergelangan tangan.

Fenomena ini bukan isapan jempol. Berbagai forum teknologi seperti Reddit dan laman dukungan pelanggan dipenuhi keluhan pengguna yang mendapati jam tangan pintar mereka mendadak "bodoh" saat bersentuhan dengan kulit bertato.

Masalah utama yang kerap muncul berkaitan dengan fitur pemantau detak jantung. Mayoritas wearable device mengandalkan teknologi berbasis cahaya yang disebut photoplethysmography (PPG)—lampu hijau yang kerap berkedip di bagian bawah jam.

Mengutip Engadget, Minggu (21/6/2026), sensor ini mendeteksi aliran darah dengan memancarkan cahaya ke dalam kulit. Sayangnya, pigmen tinta tato kerap memblokir atau memantulkan kembali cahaya tersebut, sehingga membuat pembacaan menjadi kacau atau bahkan gagal total.

Tak hanya itu, fitur wrist detection (deteksi pergelangan tangan) juga ikut terdampak. Akibat tinta tato yang tebal, sensor gagal mengenali bahwa perangkat sedang dipakai. Dampaknya menyebalkan: pengguna harus berulang kali memasukkan password atau PIN setiap kali ingin melihat layar.

Ironis memang, teknologi yang sudah mampu membaca gestur tubuh hingga menganalisis kualitas tidur ini justru 'bertekuk lutut' di hadapan sedikit tinta kulit. Para raksasa teknologi pun tidak menampik keterbatasan ini.

"Tato (tinta, pola, dan saturasi) dapat memblokir cahaya sensor detak jantung, menyebabkan pembacaan yang tidak akurat atau hilang," tulis Garmin dalam laman resminya.

Langkah serupa juga telah dilakukan Apple sejak merilis Apple Watch generasi pertama, dengan mengimbau pengguna untuk memakai perangkat di area kulit yang bersih dari tato.

 

Solusi 'Akal-Akalan' Pengguna

Hingga kini, belum ada solusi mutakhir dari produsen. Alhasil, pengguna setia smartwatch terpaksa memutar otak dengan berbagai trik unik berikut.

  • Membalik Posisi Jam: Memakai jam di bagian dalam pergelangan tangan yang biasanya jarang ditato.
  • Pindah Tangan: Memindahkan jam ke tangan sebelah yang bersih dari tinta.
  • Trik Selotip dan Stiker: Beberapa pengguna mengklaim bahwa menempelkan stiker tutup botol epoksi atau selotip bening di atas sensor secara ajaib mampu memperbaiki masalah pemindaian.
  • Chest Strap: Menggunakan sabuk dada khusus pemantau detak jantung, dengan catatan, dada pengguna juga tidak bertato.

 

Perlunya Riset yang Lebih Inklusif

Masalah ini baru akan benar-benar selesai jika produsen berhasil mengembangkan sensor yang adaptif terhadap variasi kulit. Terlebih, sensor berbasis cahaya ini juga dilaporkan kurang akurat jika digunakan oleh orang dengan warna kulit gelap. Hal ini memicu desakan agar riset dan pengembangan teknologi di masa depan bisa lebih inklusif.

Kabar baiknya, beberapa produk terbaru seperti Google Pixel Watch 4 dilaporkan mulai menunjukkan performa yang lebih baik pada kulit bertato dibandingkan pendahulunya.

Sebuah studi pada 2025 mencoba mengukur sejauh mana tato memengaruhi sensor dengan membandingkan perangkat yang dipakai di area bertato dan kulit bersih.

Hasilnya cukup bervariasi. Gangguan terbesar justru terjadi saat pengguna dalam kondisi istirahat dan dampaknya justru mengecil saat intensitas olahraga meningkat.

Pada akhirnya, tingkat gangguan ini sangat bergantung pada banyak variabel; mulai dari warna tinta, kepekatan, hingga kedalaman jarum tato masuk ke kulit. Selama produsen belum menemukan formula sensor baru, para pencinta seni rajah tubuh tampaknya harus berkompromi saat ingin menikmati teknologi di pergelangan tangan mereka.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya