Tiga Direktur Merdeka Copper Gold Mengundurkan Diri

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menerima pengunduran diri tiga anggota direksi. Keputusan final menunggu persetujuan RUPS.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 19 Juni 2026, 19:15 WIB
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) (Foto: Merdeka Copper Gold)

Liputan6.com, Jakarta - PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menyatakan telah menerima surat pengunduran diri dari tiga anggota Direksi Perseroan. Informasi tersebut disampaikan melalui keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Jumat (19/6/2026).

Dalam keterbukaan informasi tersebut, Perseroan menyampaikan bahwa surat pengunduran diri diterima pada 17 Juni 2026 dari tiga anggota Direksi, yakni:

  1. David Thomas Fowler
  2. Jason Laurence Greive
  3. Chrisanthus Supriyo.

Manajemen menjelaskan, pengunduran diri tersebut akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk Anggaran Dasar Perseroan dan regulasi pasar modal.

Sesuai Peraturan OJK Nomor 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik, perusahaan wajib menyampaikan keterbukaan informasi kepada publik paling lambat dua hari kerja setelah menerima permohonan pengunduran diri anggota Direksi.

Perseroan menegaskan bahwa pengunduran diri ketiga anggota Direksi tersebut belum berlaku efektif. Keputusan final akan ditentukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan diselenggarakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Permohonan pengunduran diri anggota Direksi tersebut akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan dan akan berlaku efektif setelah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi tersebut.

Hingga saat ini, Perseroan belum mengungkap alasan pengunduran diri ketiga direktur tersebut maupun jadwal pelaksanaan RUPS yang akan membahas agenda tersebut. Manajemen juga belum menyampaikan calon pengganti untuk posisi yang ditinggalkan.

Keterbukaan informasi tersebut ditandatangani Sekretaris Perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk, Jessica J., dan disampaikan kepada regulator serta Bursa Efek Indonesia sebagai bentuk kepatuhan terhadap ketentuan pasar modal yang berlaku.

MDKA Raih Pendapatan USD 1,89 Miliar pada 2025

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) (Foto: Merdeka Copper Gold)

Sebelumnya, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengumumkan kinerja keuangan 2025. Perseroan mencatat penurunan pendapatan dan rugi naik pada 2025.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) ditulis Rabu, (1/4/2026), PT Merdeka Copper Gold Tbk meraup pendapatan USD 1,89 miliar pada 2025, turun 15,3% dari periode sama tahun sebelumnya USD 2,23 miliar.

Beban pokok pendapatan susut 18,63% menjadi USD 1,67 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar USD 2,06 miliar. Namun, perseroan mencatat laba kotor naik 22,72% menjadi USD 216,42 juta pada 2025 dari 2024 sebesar USD 176,35 juta.

Perseroan mencatat pendapatan USD 1,89 miliar dan earning before interest, depreciation, and amortization (EBITDA) sebesar USD 373 juta pada 2025 didukung oleh kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) emas sebesar 32%. Selain itu, peningkatan produksi bijih nikel sebesar 44% YoY serta mencerminkan peningkatan skala operasi dan kemajuan signifikan proyek strategis perseroan.

Selain itu, perseroan mencatat kenaikan beban penjualan dan pemasaran naik menjadi USD 4,93 juta pada 2025 dari 2024 sebesar USD 3,58 juta. Beban umum dan administrasi bertambah menjadi USD 64,80 juta pada 2025 dari 2024 sebesar USD 53,77 juta.

 

Beban Keuangan Bertambah

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melaksanakan penambangan pertama (first mining) di Proyek Emas Pani, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. (Foto Merdeka Gold Resources)

Perseroan mencatat laba usaha naik 24,94% menjadi USD 146,68 juta dari periode sama tahun sebelumnya USD 118,99 juta. Pendapatan keuangan naik menjadi USD 11,66 juta pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya USD 11,35 juta.

Beban keuangan bertambah menjadi USD 128,71 juta pada 2025 dari 2024 sebesar USD 117,82 juta. Laba sebelum pajak penghasilan maik 48,71% menjadi USD 32,21 juta pada 2025 dari 2024 sebesar USD 21,66 juta.

Meski demikian, perseroan mencatat rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk USD 62,06 juta pada 2025, naik 11,29% dari periode sama tahun sebelumnya USD 55,76 juta.

Rugi per saham dasar naik menjadi USD 0,0025 pada 2025 dari 2023 sebesar USD 0,0023.

Ekuitas perseroan naik 0,20% menjadi USD 2,92 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar USD 2,91 miliar. Liabilitas perseroan naik 19,9% menjadi USD 2,78 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar USD 2,32 miliar. Aset perseroan naik 8,9% menjadi USD 5,70 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar USD 5,23 miliar. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya