KTT Tokoh Agama Sepakati Pemberdayaan Pemuda dan AI

KTT Tokoh Agama Sedunia ini digelar di Kuala Lumpur, Malaysia.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 19 Juni 2026, 16:02 WIB
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-3 Tokoh Agama Sedunia di Kuala Lumpur, Malaysia, menghasilkan sejumlah kesepakatan. (Dok. Istimewa)

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-3 Tokoh Agama Sedunia di Kuala Lumpur, Malaysia, menghasilkan kesepakatan. Di antaranya, memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan masyarakat sekaligus mencegah penyalahgunaan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

KTT yang digelar pada 12 Juni 2026 itu merupakan hasil kerja sama Liga Muslim Dunia (Muslim World League) yang berkantor pusat di Riyadh, Arab Saudi, dengan Pemerintah Malaysia. Pertemuan tersebut dihadiri para pemimpin agama dari berbagai negara, termasuk utusan Tahta Suci Vatikan, Pater Markus Solo atau Padre Marco.

Dalam forum tersebut, Padre Marco mendapat kesempatan menyampaikan pandangan pada sesi bertema Youth Empowerment atau pemberdayaan kaum muda, demikian disampaikan dalam rilis yang diterima Liputan6.com pada Jumat (19/6/2026).

Berdasarkan pernyataan akhir konferensi, para peserta sepakat bahwa generasi muda harus dilibatkan secara lebih luas dalam proses pembangunan masyarakat dan bangsa. Mereka juga menilai kaum muda perlu dipersiapkan melalui pendidikan, pembinaan moral dan keagamaan, serta penguatan ilmu pengetahuan.

Selain itu, deklarasi bersama menekankan pentingnya memberikan ruang bagi generasi muda untuk memperoleh pengalaman dan mengambil tanggung jawab sebagai bagian dari proses pengembangan diri.

Para tokoh agama juga menyoroti pesatnya perkembangan teknologi. Mereka mengingatkan perlunya pendampingan terhadap generasi muda agar tidak terjerumus pada penggunaan teknologi yang dapat merusak tatanan sosial, termasuk penyalahgunaan kecerdasan buatan (AI).

Dalam konteks tersebut, pendidikan dan pendampingan generasi muda dinilai menjadi tanggung jawab bersama. Para pemimpin agama didorong mengambil langkah nyata di komunitas masing-masing guna membekali kaum muda menghadapi tantangan zaman.

Dihadiri Sultan Perak

KTT tersebut turut dihadiri Sultan Perak, Perdana Menteri Malaysia, serta Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia. Pemerintah Malaysia juga menyatakan komitmennya untuk terus menjadi tuan rumah penyelenggaraan forum tersebut selama masa kepemimpinan Perdana Menteri saat ini.

Delegasi dari Indonesia juga hadir dalam konferensi tersebut, di antaranya Ketua dan Wakil Ketua MPR, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi).

Usai mengikuti KTT, Padre Marco melakukan kunjungan silaturahmi ke Masjid Raya Negeri Sabah di Kota Kinabalu. Kunjungan itu diisi dengan dialog, diskusi mengenai peluang kerja sama, serta jamuan makan bersama pengurus masjid.

Dalam keterangannya, Padre Marco menilai masyarakat Muslim di Sabah memiliki banyak kesamaan dengan masyarakat Muslim di Indonesia, terutama dalam sikap yang ramah, terbuka, dan santun. Ia juga menyebut penggunaan bahasa Melayu-Indonesia selama dialog mempererat komunikasi dan memperkuat kedekatan budaya antara kedua negara.

Menurutnya, kebersamaan dalam dialog dan makan bersama menjadi simbol kuat persaudaraan lintas agama dan budaya yang mampu mempererat hubungan kemanusiaan di kawasan Asia Tenggara.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya