The Fed Tahan Suku Bunga

The Fed mempertahankan suku bunga acuan di level 3,5%-3,75% dan menghapus sinyal pemangkasan bunga. Inflasi AS diproyeksi tetap tinggi hingga 2026.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 18 Juni 2026, 06:20 WIB
Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di Gedung Putih, Washington. (AP Photo/Alex Brandon)

Liputan6.com, Jakarta - Federal Reserve (The Fed) atau Bank sentral Amerika Serikat (AS) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan dalam pertemuan kebijakan Juni ini. Namun, di balik keputusan yang sesuai ekspektasi pasar tersebut, muncul sinyal baru bahwa kenaikan suku bunga masih menjadi opsi yang dipertimbangkan.

Dikutip dari CNBC, Kamis (18/6/2026), pertemuan ini menjadi sorotan karena merupakan rapat pertama yang dipimpin Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed. Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) secara bulat memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5%-3,75%.

Level tersebut tidak berubah sejak The Fed memangkas suku bunga sebesar 0,75 poin persentase pada paruh akhir 2025.

Meski keputusan suku bunga tidak berubah, arah kebijakan yang disampaikan The Fed kali ini berbeda dibandingkan beberapa pertemuan sebelumnya. Salah satu perubahan paling mencolok adalah dihapusnya bahasa yang selama ini dianggap memberi sinyal kemungkinan pemangkasan suku bunga di masa mendatang.

Selain itu, pernyataan resmi pasca-rapat juga dibuat jauh lebih singkat dibandingkan sebelumnya. Langkah ini dinilai mencerminkan pendekatan baru Warsh yang selama ini mengkritik kecenderungan The Fed memberikan terlalu banyak panduan kepada pasar.

 

Proyeksi Suku Bunga Berubah

Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di Gedung Putih, Washington. (AP Photo/Alex Brandon)

Perubahan lain yang menarik perhatian pasar muncul dalam proyeksi suku bunga atau yang dikenal sebagai "dot plot". Dalam proyeksi terbaru, pejabat The Fed menghapus perkiraan sebelumnya yang menunjukkan kemungkinan pemangkasan suku bunga pada tahun ini.

Sebaliknya, mayoritas anggota kini melihat peluang kenaikan suku bunga masih terbuka.

Namun, terdapat satu hal yang tidak biasa. Dari total 19 anggota yang berhak memberikan proyeksi, hanya 18 yang mengirimkan pandangannya. Sosok yang absen adalah Ketua The Fed sendiri, Kevin Warsh.

Warsh memang dikenal sebagai pengkritik dot plot dan berbagai bentuk panduan kebijakan (forward guidance) yang selama ini digunakan bank sentral.

"Saya tidak mengirimkan dot untuk diri saya sendiri," kata Warsh dalam konferensi pers setelah keputusan diumumkan.

Warsh juga mengungkapkan bahwa dirinya sedang membentuk sejumlah gugus tugas untuk melakukan pembaruan terhadap berbagai aspek operasional utama The Fed.

 

Pernyataan The Fed Dipangkas Drastis

Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di Gedung Putih, Washington. (AP Photo/Alastair Grant, Pool, File)

Dalam konferensi pers, Warsh mengakui adanya perubahan besar pada pernyataan resmi FOMC.

"Pernyataannya sedikit lebih pendek, sedikit lebih sederhana, dan menghilangkan beberapa bahasa lama. Pernyataan itu hanya menyampaikan fakta-fakta, sejauh yang bisa kami nilai," ujar Warsh.

Jika pernyataan pada pertemuan 29 April lalu terdiri dari 341 kata, maka dokumen terbaru hanya berisi sekitar 130 kata.

Dalam pernyataan tersebut, The Fed menilai ekonomi AS masih tumbuh dengan solid meski ketidakpastian meningkat akibat konflik di Timur Tengah.

"Aktivitas ekonomi berkembang dengan laju yang kuat meskipun ketidakpastian masih tinggi yang sebagian dipicu oleh konflik di Timur Tengah. Pertumbuhan produktivitas dan investasi modal tetap kuat," tulis The Fed.

Bank sentral AS juga menilai pasar tenaga kerja masih berada dalam kondisi yang sehat.

"Pertambahan lapangan kerja masih sejalan dengan pertumbuhan angkatan kerja, dan tingkat pengangguran mengalami sedikit perubahan," lanjut pernyataan tersebut.

Meski demikian, The Fed menegaskan inflasi masih berada di atas target 2% yang selama ini menjadi sasaran utama kebijakan moneter.

"Inflasi tetap tinggi dibandingkan target 2 persen Komite, sebagian mencerminkan guncangan pasokan yang mendorong kenaikan harga di sejumlah sektor, termasuk energi. Komite akan mewujudkan stabilitas harga," tegas para pembuat kebijakan.

 

Kenaikan Suku Bunga Masih Mungkin Terjadi

Sejalan dengan perubahan pandangan terhadap arah suku bunga, para pejabat The Fed juga memperbarui proyeksi ekonomi mereka.

Berdasarkan median proyeksi terbaru, suku bunga acuan diperkirakan berada di level 3,8% pada akhir 2026. Angka ini lebih tinggi dibandingkan proyeksi Maret yang berada di level 3,4%.

Proyeksi tersebut mengindikasikan bahwa setidaknya satu kali kenaikan suku bunga masih mungkin dilakukan tahun ini.

Dari 18 anggota yang mengirimkan proyeksi, delapan orang memperkirakan suku bunga tidak berubah, satu anggota memprediksi penurunan suku bunga, sementara sembilan lainnya memperkirakan sedikitnya satu kali kenaikan.

Para pejabat The Fed juga menaikkan proyeksi inflasi tahun 2026. Inflasi umum (headline inflation) diperkirakan mencapai 3,6%, sedangkan inflasi inti (core inflation) yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi diproyeksikan sebesar 3,3%.

Pada proyeksi sebelumnya yang dirilis Maret 2026, kedua indikator tersebut masih diperkirakan berada di level 2,7%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya