Liputan6.com, Jakarta - Karat menjadi salah satu musuh utama di kendaraan yang sering muncul tanpa disadari pemilik. Masalahnya, korosi tidak selalu terlihat di permukaan bodi, tapi juga di area yang bersembunyi dan baru diketahui saat kondisinya sudah keropos.
Jika dibiarkan, karat yang sudah keropos ini dapat mengurangi kekuatan struktur kendaraan, hingga menurunkan nilai jual mobil.
Advertisement
Disitat dari laman resmi Suzuki Indonesia, kondisi ini tentu saja membuat pemeriksaan berkala terhadap karat ini menjadi hal yang penting.
Pasalnya, karat yang muncul di rangka maupun panel bodi dapat menyebabkan struktur kendaraan melemah, dan tidak lagi sekokoh saat pertama kali digunakan.
Melihat kondisi tersebut pemilik mobil perlu mengetahui titik-titik yang rentan mengalami korosi meski tidak terlihat secara langsung.
Salah satu cara paling mudah adalah memeriksa bagian bawah pintu mobil. Area ini sering menjadi tempat menumpuknya air dan kotoran yang terbawa saat berkendara.
Bukalah pintu dan perhatikan bagian lipatan atau sambungan logam di sisi bawah. Jika terlihat perubahan warna, cat menggelembung, atau muncul bercak kecokelatan, bisa jadi itu merupakan tanda awal karat.
Pemeriksaan juga perlu dilakukan pada area kolong kendaraan. Bagian ini paling sering terpapar air hujan, lumpur, hingga genangan yang dapat mempercepat proses oksidasi.
Gunakan senter untuk melihat kondisi rangka, sambungan logam, dan area sekitar suspensi. Kehadiran kerak berwarna cokelat kemerahan atau permukaan logam yang mulai mengelupas patut diwaspadai.
Perhatikan Ruang Bagasi
Selain itu, perhatikan bagian dalam ruang bagasi dan area sekitar ban cadangan. Lokasi ini sering luput dari perhatian, padahal kebocoran kecil pada karet pintu bagasi dapat membuat air masuk dan mengendap dalam waktu lama.
Kelembapan yang terus-menerus terjadi menjadi lingkungan ideal bagi munculnya karat di panel logam.
Bagian sekitar roda dan suspensi juga tidak boleh diabaikan. Cipratan air, pasir, serta kotoran jalan dapat menempel dan memicu korosi jika tidak dibersihkan secara berkala.
Pemeriksaan visual secara rutin akan membantu mendeteksi gejala awal sebelum karat menyebar lebih luas, dan menyebabkan kerusakan yang lebih mahal untuk diperbaiki.
Sementara itu, untuk mencegah karat berkembang, pemilik mobil disarankan rutin mencuci kendaraan, terutama setelah melewati jalan berlumpur atau genangan air.
Penggunaan lapisan antikarat pada area rawan juga dapat menjadi perlindungan tambahan.
Tak kalah penting, segera perbaiki goresan atau cat yang terkelupas karena bagian logam yang terbuka akan lebih mudah terpapar udara dan kelembapan, sehingga mempercepat proses korosi.