Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia menguat pada perdagangan Selasa (Rabu waktu Jakarta) seiring meredanya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed) tahun ini. Sentimen tersebut muncul setelah tercapainya kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran yang turut menekan harga minyak serta mengurangi kekhawatiran inflasi.
Dikutip dari CNBC, Rabu (17/6/2026), harga emas di pasar spot naik 0,8% menjadi US$ 4.338,97 per ons troi setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak 5 Juni. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup menguat 0,1% ke level US$ 4.354,40 per ons troi.
Advertisement
Kesepakatan sementara yang diumumkan Presiden Donald Trump memperpanjang gencatan senjata yang sebelumnya disepakati pada April selama 60 hari tambahan. Perjanjian tersebut juga mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang secara efektif diblokade Iran sejak serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Februari lalu.
Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger, mengatakan prospek tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran menjadi salah satu faktor utama yang menopang kenaikan harga emas dalam dua sesi terakhir.
“Yang mendukung pasar dalam dua sesi terakhir adalah prospek tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik,” ujar Meger.
Menurut dia, dampak dari perkembangan tersebut terlihat dari turunnya suku bunga jangka pendek, melemahnya harga energi, dan berkurangnya kemungkinan The Fed harus menaikkan suku bunga lagi pada akhir tahun ini.
Penurunan harga minyak juga memperkuat sentimen positif bagi pasar emas. Harga minyak mentah Brent turun ke bawah US$ 80 per barel untuk pertama kalinya sejak awal Maret setelah anjlok hampir 5% pada perdagangan Senin menyusul pengumuman kesepakatan damai sementara tersebut.
Lonjakan Harga Minyak
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Desember menjadi sekitar 58%, turun dari sekitar 70% sebelumnya.
Sejak pecahnya konflik AS-Israel melawan Iran, harga emas sempat tertekan karena lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi dalam waktu yang lebih lama. Meski dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung kurang menarik ketika suku bunga berada pada level tinggi.
Pelaku pasar kini menantikan serangkaian pertemuan bank sentral dunia yang berlangsung pekan ini, termasuk keputusan suku bunga The Fed yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu. Pertemuan tersebut menjadi sorotan karena merupakan yang pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh.
Selain emas, logam mulia lainnya juga mencatat kenaikan. Harga perak spot naik 0,7% menjadi US$ 70,51 per ons troi. Platinum melonjak 2,7% ke level US$ 1.812,76 per ons troi, sedangkan paladium menguat 0,9% menjadi US$ 1.360,75 per ons troi.